KALTIMPOST.ID-Sebanyak 150 pelajar SMA dan SMK Kartika V Balikpapan mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diselenggarakan Kodam VI/Mulawarman di Aula SMK Kartika V, Sabtu (19/9).
Kegiatan bakti kesehatan ini dihelat sebagai wujud kepedulian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Agenda yang mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur” itu dimulai sejak pukul 08.00 Wita.
Personel medis militer bersama ratusan siswa berbalut seragam olahraga tampak berbaur secara antusias di lokasi pelatihan.
Pelatihan tersebut dipandu langsung oleh dr Rahmat bersama tim medis. Rangkaian pembelajaran diawali dengan pemaparan materi BHD secara aplikatif agar mudah dicerna oleh kalangan pelajar usia sekolah.
Baca Juga: Dua Kali Kalah di Segiri, Borneo FC Bidik Kebangkitan saat Hadapi Bali United
Suasana pelatihan menjadi semakin hidup saat peserta memasuki sesi praktik menggunakan manekin phantom.
Para siswa secara bergantian mempraktikkan teknik kompresi dada serta penanganan henti napas di bawah bimbingan tenaga medis.
“Kunci utama pertolongan pertama pada henti napas mendadak bertumpu pada ketepatan posisi tangan, kedalaman tekanan, dan ritme kompresi,” jelas instruktur medis pelatihan, dr Rahmat di sela pendampingan siswa.
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Krido Pramono menegaskan bahwa penguasaan keterampilan kedaruratan bagi generasi muda merupakan fondasi krusial dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Keterampilan menyelamatkan jiwa bukan hanya milik tenaga medis, tetapi harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama para pelajar sebagai generasi penerus,” tegas Pangdam. (rd)
Krido menambahkan, program ini dirancang agar generasi muda tidak sebatas unggul di bidang akademis di ruang kelas.
Lebih dari itu, mereka diharapkan memiliki kepekaan rasa kemanusiaan dan keberanian bertindak saat terjadi kegawatdaruratan.
“Melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini, kita membentuk pemuda yang memiliki kepekaan sosial, keberanian, dan kesiapan untuk hadir menjadi penyelamat di tengah masyarakat. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tutur jenderal bintang dua tersebut.
Dari total 150 peserta yang terdiri atas 75 siswa SMA dan 75 siswa SMK Kartika V, sebanyak 90 persen peserta dinilai berhasil memahami alur BHD serta menguasai teknik kompresi dada sesuai standar keselamatan.
Para siswa yang mulanya belum memiliki pemahaman medis dasar kini tampak percaya diri mempraktikkan teknik resusitasi secara runut dan aman.
Seluruh sesi evaluasi hingga tanya jawab ditutup dengan suasana tertib, komunikatif, dan penuh keakraban.
Melalui pembekalan keterampilan hidup ini, para pelajar di Kota Minyak diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama bagi keluarga, rekan sekolah, maupun lingkungan sekitar. (rd)
Editor : Romdani.