KALTIMPOST.ID-Ketika masyarakat Kaltim mulai menghadapi kabut asap dan kualitas udara yang menurun, kebutuhan terhadap pasokan listrik yang stabil justru semakin penting.
Berbagai peralatan di rumah, mulai dari kipas angin, pendingin ruangan hingga air purifier, bergantung pada ketersediaan listrik.
Kondisi tersebut membuat gangguan pasokan listrik dinilai dapat menambah beban masyarakat. Terlebih bagi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih, seperti anak-anak, lansia maupun warga yang memerlukan perangkat elektronik untuk menunjang aktivitas dan kondisi lingkungan di dalam rumah.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi meminta PT PLN dan instansi terkait memastikan sistem kelistrikan di seluruh wilayah Kaltim tetap aman dan andal.
Baca Juga: Dugaan Tukar Akun Kelas Pintar Siswa SD di Balikpapan, Kuasa Hukum Siapkan Langkah Hukum
“Dalam kondisi seperti sekarang, ketika masyarakat harus menghadapi kabut asap dan kualitas udara yang mengkhawatirkan, jangan sampai ditambah dengan persoalan listrik padam. Ini bisa semakin membebani masyarakat,” ujar Reza, Sabtu (19/9).
Menurutnya, keperluan listrik dalam kondisi kualitas udara buruk bukan sekadar untuk penerangan. Masyarakat membutuhkan pasokan listrik untuk menjaga sirkulasi udara dan kenyamanan di dalam rumah.
Sejumlah perangkat seperti kipas angin, pendingin ruangan, air purifier, pompa air, hingga peralatan kesehatan dan komunikasi membutuhkan pasokan listrik yang stabil.
“Bayangkan kalau kabut asap sedang pekat, kemudian listrik mati. Masyarakat tentu akan semakin kesulitan. Mereka membutuhkan sirkulasi udara dan kenyamanan di dalam rumah, terutama anak-anak, lansia, dan masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus,” katanya.
Karena itu, Reza mendorong PLN meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gangguan jaringan. Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan agar gangguan yang masih dapat dicegah tidak terjadi ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan kualitas udara.
“Kami memahami ada kondisi teknis dan pemeliharaan jaringan yang harus dilakukan. Tetapi dalam situasi seperti ini, aspek keandalan harus menjadi prioritas. Jangan sampai kebutuhan dasar masyarakat terbengkalai,” tegasnya.
Baca Juga: Dua Kali Kalah di Segiri, Borneo FC Bidik Kebangkitan saat Hadapi Bali United
Selain kesiapan jaringan, dia meminta setiap potensi gangguan listrik dikomunikasikan secara jelas kepada masyarakat. Informasi mengenai pemeliharaan maupun kemungkinan pemadaman dinilai penting agar warga dapat melakukan persiapan.
“Kalau ada potensi gangguan, harus diantisipasi dan dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan, DPRD Kaltim melalui Komisi III akan tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap sektor energi, termasuk memastikan kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Dia berharap persoalan kabut asap tidak diperburuk dengan munculnya gangguan pasokan listrik, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan perangkat elektronik untuk menjaga kondisi lingkungan tempat tinggal.
“Jangan sampai masyarakat sudah menghadapi kabut asap, kemudian harus menghadapi listrik padam. Dua persoalan ini kalau terjadi bersamaan tentu akan semakin menyulitkan. Karena itu, kami meminta pasokan listrik Kaltim tetap aman,” pungkas Reza.
PEMBANGKIT TERGANGGU
Di tengah sorotan terhadap pemadaman listrik di sejumlah wilayah Kaltim, PT PLN (Persero) mengakui adanya gangguan pada sejumlah pembangkit dalam sistem kelistrikan Kalimantan. Kondisi tersebut membuat kemampuan pasokan listrik belum optimal.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan PLN pada 13 September 2026 lalu, setidaknya empat pembangkit disebut mengalami gangguan.
Yakni PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, serta PLTMG Bangkanai.
“PLN menyatakan terus mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia sekaligus berkoordinasi dengan pengelola pembangkit untuk mempercepat pemulihan dan menambah pasokan daya ke sistem,” ungkap Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kaltimra Muchamad Meiryandi dikutip dari rilis yang diterima awak media.
Pembangkit yang masih dalam proses pemulihan ditargetkan kembali masuk secara bertahap pada minggu ketiga hingga minggu keempat September 2026.
Baca Juga: 11 Akun Kelas Pintar Siswa SD di Balikpapan Diduga Ditukar, Orangtua Minta Kejelasan
Selain mengandalkan pemulihan pembangkit yang terganggu, PLN juga mengupayakan percepatan penambahan pembangkit sewa. Di antaranya Pembangkit Batulicin berkapasitas 10 MW, pembangkit sewa tahap pertama 158 MW dan tahap kedua 120 MW.
Jika seluruh tambahan pembangkit sewa tersebut terealisasi sesuai kapasitas yang disebutkan PLN, terdapat tambahan daya hingga 288 MW dari dua tahap pembangkit sewa, di luar Pembangkit Batulicin 10 MW.
PLN menyatakan seluruh proses pemulihan dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan pembangkit. Berbagai sumber daya juga dikerahkan untuk mempercepat pemulihan gangguan.
PLN mengimbau pelanggan menggunakan listrik secara bijak, terutama pada periode beban puncak. Perkembangan kondisi kelistrikan disebut akan disampaikan melalui PLN Mobile, Contact Center PLN 123 dan kanal resmi PLN.
Dalam rilis yang sama, Muchamad Meiryandi juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan meminta dukungan masyarakat selama proses pemulihan. (rd)
Editor : Romdani.