KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan masih berdampak pada aktivitas transportasi udara. Meski demikian, Operasional Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, dipastikan tetap aman dan berjalan normal untuk aktivitas take-off maupun landing.
Gangguan penerbangan justru dipicu oleh keterbatasan jarak pandang (visibility) di bandara tujuan, salah satunya Rute Balikpapan–Banjarmasin akibat kabut asap di Bandara Syamsudin Noor.
Baca Juga: Sukses Bukukan Rp2 Miliar, Koperasi Merah Putih Balikpapan Bersiap Jadi Pangkalan Gas LPG Subsidi
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan terpaksa mengalami penundaan jadwal (delay) hingga pengalihan pendaratan (divert) kembali ke Balikpapan.
"Selama ini masih ada penerbangan yang delay dan divert di Balikpapan karena bandara tujuan mengalami keterbatasan jarak pandang. Semua demi mengutamakan keselamatan penerbangan," ujar Iwan.
Baca Juga: Sempat Terekam di Jalan Hauling Perusahaan, Orangutan di Kutim Akhirnya Berhasil Dievakuasi
Akibat kondisi ini, para penumpang harus bersabar menunggu hingga jarak pandang di bandara tujuan kembali memenuhi standar keselamatan pendaratan. Pihak maskapai juga memberikan opsi fleksibel bagi penumpang yang memilih membatalkan penerbangan dan melanjutkan perjalanan mandiri.
"Maskapai tentu menawarkan penumpang untuk menunggu hingga jarak pandang di bandara tujuan kembali normal. Namun, jika penumpang memilih tidak menunggu dan hanya ingin terbang sampai Balikpapan saja, maskapai akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Baca Juga: Sistem Kelistrikan Melak Terganggu, PLN Minta Maaf Belum Bisa Pastikan Listrik Normal
Iwan menegaskan bahwa kelancaran operasional penerbangan tidak diukur dari seberapa lama musim kemarau berlangsung, melainkan dari jarak pandang aman di masing-masing bandara.
Sebagai acuan, Bandara SAMS Sepinggan memiliki batas minimal jarak pandang aman untuk pendaratan, yakni 2.700 meter untuk Runway 25 dan 800 meter untuk Runway 07.
"Selama jarak pandang masih di atas batas minimal tersebut, pilot dipastikan bisa melakukan pendaratan dengan aman," pungkas Iwan. (*)
Editor : Sukri Sikki