Pulihkan Gaza, Board of Peace Besutan Trump Gelontorkan Rp 43,8 Triliun

Ari Arief • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 15:08 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.(Dok)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.(Dok)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana pemulihan Gaza senilai US$ 2,45 miliar atau sekitar Rp 43,8 triliun (kurs Rp 17.902 per US$). Pengumuman tersebut disampaikan dalam pertemuan di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengonfirmasi bahwa sejauh ini sejumlah negara telah menyatakan kesediaan untuk mengucurkan bantuan keuangan. "Sejumlah negara telah maju dan menjanjikan bantuan keuangan," ujar Rubio dalam konferensi pers terpisah pada Rabu.

Baca Juga: Larangan Bakar Lahan dan Pentingnya Desakralisasi Hukum Adat

Anggaran senilai Rp 43,8 triliun tersebut rencananya disalurkan melalui 66 program selama enam bulan. Penggunaannya mencakup pembangunan hunian, pembangkit listrik berbahan bakar diesel, hingga pembersihan limbah.

Meski demikian, Board of Peace mengakui masih menghadapi kendala defisit dana yang cukup besar. Dari total US$ 18 miliar yang telah dijanjikan para donor, baru US$ 280 juta yang benar-benar terealisasi. Padahal, dewan memperkirakan pemulihan dan pembangunan kembali Gaza secara penuh membutuhkan biaya sekitar US$ 71,4 miliar (sekitar Rp 1.278 triliun) dalam kurun 10 tahun ke depan.

Baca Juga: Jangan Diabaikan, Ini 9 Faktor Utama Penyebab Seal Mesin Motor Bocor

Jared Kushner, anggota Gaza Executive Board sekaligus menantu Trump, menegaskan komitmen timnya di tengah kendala yang ada. "Proyek ini menghadapi berbagai penundaan dalam berbagai hal, untuk alasan apa pun. Tujuan hari ini sebenarnya hanya untuk menunjukkan bahwa kami benar-benar berkomitmen penuh," kata Kushner.

Utusan AS Steve Witkoff menambahkan, upaya kemantuan terus berjalan seiring tercapainya beberapa poin kesepakatan. "Semua sandera telah pulang. Ada gencatan senjata, meskipun tidak sempurna, tetapi masih berlangsung," tutur Witkoff.

Baca Juga: Kenali 8 Penyebab Paking Motor Rusak yang Bisa Memicu Kebocoran Mesin

Hambatan Keamanan dan Terowongan Gaza

Di luar urusan pendanaan, pemulihan fisik Gaza dihadapkan pada hambatan teknis dan keamanan yang kompleks di lapangan. Anggota Board of Peace asal Israel-Amerika, Michael Eisenberg, menyebutkan ada tahapan krusial sebelum rekonstruksi bisa dimulai.

"Karena ini adalah zona perang, Anda perlu menyingkirkan persenjataan yang belum meledak. Selain itu, masih ada ratusan kilometer terowongan di bawah Gaza yang juga perlu dihancurkan," jelas Eisenberg kepada program Newshour BBC.

Baca Juga: Oli Mesin Motor Menggumpal? Ini 11 Penyebab Utama dan Cara Menyikapinya

Situasi keamanan juga masih dibayangi pelanggaran gencatan senjata. Menurut data kementerian kesehatan Gaza yang dinilai andal oleh PBB, sedikitnya 1.381 warga Palestina—termasuk 300 anak-anak—tewas dalam serangan Israel sejak gencatan senjata dimulai. Sementara itu, militer Israel mencatat lima tentaranya gugur dalam pertempuran pada kurun waktu yang sama.

Board of Peace sendiri dibentuk sebagai bagian dari rencana perdamaian Gaza 20 poin gagasan Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Meski awalnya berfokus pada konflik Gaza, cakupan organisasi internasional ini kini diperluas untuk menangani konflik global lainnya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
palestina amerika serikat gaza