LAPSUS: Titik Panas Masih Mengepung Kaltim, BMKG Deteksi Sebaran Asap di Empat Daerah

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 08:03 WIB

 

Petugas KPHP Kendilo memadamkan kebakaran di kawasan hutan di Paser.
Petugas KPHP Kendilo memadamkan kebakaran di kawasan hutan di Paser.

KALTIMPOST.ID-Di tengah kemarau yang masih berlangsung, persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kaltim belum menunjukkan tanda mereda. Api di sejumlah wilayah masih perlu diwaspadai, sementara ketersediaan air untuk penanganan kebakaran menjadi persoalan lain yang ikut membayangi.

Untuk mengetahui perkembangan terbaru penanganan karhutla, Kaltim Post telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Buyung Dodi Gunawan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum direspons.

Karena itu, perkembangan titik panas dan sebaran asap menjadi salah satu indikator untuk melihat situasi terbaru karhutla di Benua Etam. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, jumlah titik panas masih tinggi.

Hingga Sabtu (26/9), BMKG mencatat 851 titik panas tersebar di sejumlah wilayah Kaltim. Data tersebut merupakan hasil pemantauan sejak pukul 01.00 hingga 16.05 Wita.

Baca Juga: Pangdam VI/Mulawarman Gembleng 422 Pelajar di Balikpapan, Ingatkan Bijak Bermedia Sosial

Staf Operasional BMKG Balikpapan Herniella Tiara mengatakan, jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya. “Berdasarkan pantauan titik panas hari ini, 26 September 2026 pukul 01.00 WITA sampai 16.05 WITA, tercatat 851 titik,” kata Herniella, Sabtu (26/9).

Dari 851 titik panas tersebut, Kutai Timur (Kutim) menjadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi, yakni 253 titik. Berikutnya Kutai Kartanegara (Kukar) dengan 252 titik, kemudian Paser sebanyak 188 titik.

Angka tersebut menunjukkan konsentrasi titik panas masih berada di sejumlah wilayah yang memiliki luasan kawasan cukup besar. Namun, BMKG mengingatkan bahwa titik panas tidak dapat langsung disamakan dengan kejadian kebakaran.

Titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit. Karena itu, keberadaannya tetap membutuhkan verifikasi di lapangan untuk memastikan apakah benar berkaitan dengan karhutla.

Meski demikian, peningkatan jumlah hotspot tetap menjadi sinyal yang perlu diperhatikan, terlebih ketika kondisi tersebut diikuti munculnya sebaran asap.

Baca Juga: Fresh Graduate Sulit Dapat Kerja, DPRD Balikpapan Soroti Syarat Pengalaman 3–5 Tahun

Berdasarkan pemantauan citra satelit cuaca Himawari-9 SM pada pukul 16.00 Wita, BMKG mendeteksi sebaran asap di Kutai Barat, Paser, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara.

Jumlah titik panas pada Sabtu juga meningkat dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Jumat (25/9), BMKG mencatat 779 titik panas di Kaltim. Artinya, dalam satu hari terdapat penambahan 72 titik panas.

Konsentrasi hotspot di Kutim, Kukar, dan Paser pun menjadi perhatian dalam perkembangan karhutla Kaltim. Terlebih, pada saat bersamaan asap telah terpantau menyebar di beberapa wilayah.

Herniella mengatakan BMKG terus memantau perkembangan titik panas maupun sebaran asap melalui data satelit. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan dan potensi meluasnya dampak asap di wilayah Kaltim. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim kabut asap ibu kota nusantara kebakaran hutan dan lahan BMKG Balikpapan