Kekeringan Bisa Geser Musim Tanam di Kaltim, Cadangan Pangan Diminta Aman hingga 8 Bulan

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 20:12 WIB
Lahan pertanian di Samarinda yang terancam kekeringan.
Lahan pertanian di Samarinda yang terancam kekeringan.

KALTIMPOST.ID-Kekeringan tidak hanya memberikan tekanan saat berlangsung, tetapi juga berpotensi memengaruhi produksi pangan setelah musim kering berakhir.

Penguatan informasi iklim hingga pengelolaan cadangan pangan dinilai penting agar petani dan pemerintah memiliki ruang untuk melakukan antisipasi.

Pengamat Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul) Profesor Krisna Purnawan Chandra mengatakan, informasi mengenai kondisi dan kecenderungan iklim dibutuhkan petani untuk menentukan waktu tanam dan merencanakan produksi.

“Yang penting sebenarnya informasi apa yang akan terjadi. Karena kalau tanpa informasi yang jelas kita tidak bisa merencanakan. Itu yang pertama,” kata Krisna, Minggu (27/9).

Baca Juga: ORADO Piala Panglima TNI 2026 Digelar di Balikpapan, 64 Tim Adu Strategi Domino

Menurut dia, langkah Kementerian Pertanian bersama dinas pertanian provinsi maupun kabupaten/kota dalam menyediakan informasi bagi petani perlu diperkuat. Termasuk melalui pemanfaatan sistem informasi seperti Sipandu.

Informasi yang lebih cepat dan jelas memungkinkan petani menyesuaikan kegiatan pertanian dengan kondisi iklim yang diperkirakan terjadi.

Pemerintah juga memiliki waktu untuk menyiapkan langkah mitigasi ketika kekeringan berpotensi mengganggu produksi.

Krisna menilai perhatian juga harus diarahkan pada periode setelah kekeringan. Sebab, musim kering dapat menggeser waktu tanam yang pada akhirnya memengaruhi jadwal produksi dan panen berikutnya.

“Dalam menghadapi ini sebenarnya yang perlu kita perhatikan lagi itu adalah pasca kekeringan,” ujarnya.

Karena itu, cadangan pangan perlu dikelola untuk menjamin kebutuhan masyarakat selama produksi pertanian memasuki masa pemulihan. Pada saat bersamaan, produksi untuk periode berikutnya harus mulai dipersiapkan.

Baca Juga: Kekeringan Melanda Kaltim, Pengamat Unmul Sebut Ketahanan Pangan Masih Terjaga

“Bulog harus siap lagi dengan produksi baru lagi untuk ke depannya, atau meningkatkan produksi yang akan datang. Itu merupakan PR,” tegasnya.

Menurut Krisna, Perum Bulog memiliki peran penting dalam menjaga cadangan beras dan pangan pokok serta memastikan distribusinya tetap berjalan.

Cadangan tersebut diperlukan sebagai bantalan ketika produksi terganggu atau mengalami pergeseran akibat kekeringan.

Dengan pengelolaan yang baik, kebutuhan masyarakat diharapkan tetap terpenuhi selama menunggu produksi kembali normal.

“Cadangan aman, sehingga bisa menjamin kecukupan pangan sampai mungkin enam atau delapan bulan ke depan,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim kabut asap ibu kota nusantara Kekeringan Air Kutai Barat