KALTIMPOST.ID, California, Amerika Serikat, resmi memasukkan Idulfitri dan Iduladha ke dalam kalender hari libur negara bagian. Kebijakan tersebut ditetapkan melalui undang-undang baru yang telah ditandatangani Gubernur California Gavin Newsom.
Aturan tersebut berasal dari Assembly Bill 2017 yang telah disahkan menjadi undang-undang pada Minggu. Dengan pengesahan itu, dua perayaan penting dalam Islam kini mendapatkan pengakuan dalam kalender sipil negara bagian California.
Informasi mengenai kebijakan tersebut dilaporkan Bernama dan dikutip pada Rabu (30/9/2026).
Sekolah dapat meliburkan kegiatan
Dalam aturan baru tersebut, Idulfitri dan Iduladha ditetapkan sebagai hari yang dapat menjadi bagian dari kalender libur di lingkungan negara bagian.
Sekolah negeri dan community college di California diperbolehkan menghentikan kegiatan pada kedua hari raya tersebut. Pelaksanaannya tetap mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku di masing-masing institusi.
Kebijakan serupa juga berlaku bagi pegawai pemerintah negara bagian yang memenuhi persyaratan. Mereka dapat memperoleh kredit hari libur untuk memperingati Idulfitri maupun Iduladha sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.
Bagian dari pengakuan kalender sipil
Idulfitri merupakan perayaan yang menandai berakhirnya bulan Ramadan, sedangkan Iduladha berlangsung bertepatan dengan periode pelaksanaan ibadah haji.
Melalui undang-undang tersebut, pemerintah California menyatakan pengakuan terhadap kedua hari raya bukan hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari kalender sipil.
Penetapan itu mencerminkan pengakuan terhadap nilai budaya dan keberadaan komunitas yang merayakan Idulfitri serta Iduladha di California.
Dengan masuknya kedua hari raya Islam tersebut dalam kalender negara bagian, institusi pendidikan dan pegawai pemerintah yang memenuhi ketentuan memiliki dasar untuk menyesuaikan aktivitas maupun jadwal libur sesuai kebijakan yang berlaku.
Editor : Ilmidza