Kapolri Komjen Suyudi Pasang Badan untuk Warga, Tindak Anggota yang Peras dan Rekayasa Perkara

Ari Arief • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 16:04 WIB
Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto.(cnbc)
Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto.(cnbc)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali kultur kesederhanaan, kejujuran, dan transparansi di tubuh Polri usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Dalam pemaparannya, mantan Kepala BNN ini menekankan bahwa kepemimpinan kepolisian yang berwibawa harus lahir dari keteladanan nyata di lapangan.

Baca Juga: Jaga Konservasi, OIKN, Pemprov Kaltim dan APH Sepakati 8 Langkah Penertiban Tahura Bukit Soeharto

"Semangat yang ingin saya hidupkan sederhana: jangan bohong, tidak berbohong, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan tidak menyakiti masyarakat secara sewenang-wenang," tegas Suyudi di hadapan para anggota dewan.

Ia melarang keras seluruh jajaran melakukan praktik pemerasan, penerimaan suap, hingga menjadi pelindung (backing) kegiatan ilegal. Suyudi menegaskan, tekanan pekerjaan maupun target penegakan hukum tidak boleh dijadikan alibi bagi anggota Polri untuk melakukan tindakan tercela dan kekerasan sewenang-wenang.

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Kabut Asap, Bayan Run Perketat Standar Medis

Guna memastikan perbaikan berjalan konkret, Suyudi telah menyiapkan peta jalan program 100 hari pertama. Pada 30 hari awal, fokus utama diarahkan pada pemetaan masalah internal, penegakan komando perubahan, serta perlindungan terhadap kelompok rentan. Sementara pada hari ke-31 hingga 100, evaluasi perbaikan dan koreksi atas kegagalan akan dilakukan secara intensif.

Adapun program cepat (quick wins) yang diusung meliputi penciptaan ruang publik aman, pemberantasan judi daring dan narkoba, serta penguatan penegakan hukum berbasis bukti ilmiah (scientific crime investigation). Transparansi penyidikan juga ditingkatkan melalui sistem pelacakan perkara terbuka (SP2HP).

Baca Juga: Estafet Kepemimpinan Polri, Listyo Bergeser ke KSP, Suyudi Jabat Kapolri

"Seratus hari pertama bukan panggung untuk mengumbar janji, melainkan fase membuktikan arah. Perubahan harus dimulai dari pimpinan. Polri yang kuat bukan karena ditakuti, melainkan karena dipercaya," katanya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
Suyudi Ario Seto evaluasi kapolri