KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemprov Kaltim terus mempercepat penanganan akses jalan darat menuju pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) guna memastikan pasokan logistik dan mobilitas warga tidak terputus.
Fokus utama penanganan saat ini menyasar jalur poros Ujoh Bilang hingga Tiong Ohang sepanjang 163 kilometer. Di ruas tersebut, titik longsor di kawasan Long Pakat menjadi rintangan paling mendesak yang tengah diselesaikan secara bertahap.
“Panjang jalan dari Ujoh Bilang sampai Tiong Ohang sekitar 163 kilometer. Saat ini masih ada beberapa kendala, terutama sekitar 20 kilometer di Long Pakat. Di sana terdapat satu titik longsor yang secara bertahap sedang kita tangani,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim, Irhamsyah, Selasa (6/10).
Kondisi geografis pedalaman yang terjal dan tantangan alam membuat pemulihan jalur darat ini memerlukan kerja ekstra. Penanganan fisik terus dipacu agar badan jalan yang amblas akibat timbunan longsor segera dapat dilintasi kendaraan secara aman. “Saat ini, kemajuan pekerjaan di titik tersebut telah mencapai sekitar 20 meter,” beber Irhamsyah.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Berdampak ke Sekolah, Disdikbud Samarinda Terapkan PJJ Parsial
Demi mempercepat penanganan material longsor, Dinas PUPR-Pera Kaltim mengerahkan sejumlah alat berat langsung ke lokasi kejadian. Pengerahan armada ini ditujukan agar keterisolasian daerah pedalaman akibat jalan putus dapat segera teratasi.
Irhamsyah merinci, armada yang dikerahkan ke lokasi proyek meliputi satu unit motor grader, satu unit ekskavator, satu unit alat pemadat, serta dua unit dump truck. Seluruh armada bekerja merapikan kontur badan jalan yang rusak parah.
Selain membersihkan material longsoran, pemerintah bersama pihak terkait mengambil langkah darurat untuk menjamin kelancaran pasokan kebutuhan pokok masyarakat. Jembatan kayu atau jembatan logging sementara dibangun agar arus transportasi barang tetap berjalan.
Jembatan darurat tersebut menjadi tumpuan bagi truk angkutan sembako menuju wilayah perbatasan Long Apari agar tidak lumpuh total. Upaya sementara ini menjaga ketersediaan barang kebutuhan warga selagi proyek perbaikan permanen berlangsung.
Penanganan infrastruktur jalan menuju Mahulu kini digarap lewat skema kolaborasi terpadu. Pekerjaan ini melibatkan sinergi antara Pemkab Mahulu, Pemprov Kaltim melalui UPTD Wilayah II, serta sokongan pembiayaan APBN dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Pusat Belum Salurkan Rp413 Miliar, Pemkot Balikpapan Rombak Belanja APBD Perubahan
Langkah terpadu ini diyakini mampu membuka keterisolasian wilayah pedalaman secara berkelanjutan. Kelancaran akses darat juga ditargetkan dapat menekan ongkos angkut barang yang selama ini bergantung pada jalur sungai.
“Pemerintah berharap konektivitas antara kawasan perbatasan dengan pusat-pusat kabupaten lain di Kaltim bisa semakin kuat, sehingga disparitas harga barang dan kesulitan distribusi logistik dapat ditekan seminimal mungkin,” tandas Irhamsyah. (riz)
Editor : Muhammad Rizki