38,5 Hektare Konsesi Ikut Terbakar, BPBD Kaltim Peringatkan Korporasi Jaga Perkebunan

Eko Pralistio • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:15 WIB
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menyebut sekitar 38,5 hektare kasus kebakaran hutan dan lahan masih beririsan dengan korporasi. (DOK/KP)
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menyebut sekitar 38,5 hektare kasus kebakaran hutan dan lahan masih beririsan dengan korporasi. (DOK/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Pemprov Kaltim kembali mengingatkan pemegang konsesi khususnya di sektor perkebunan agar memperketat pengawasan di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari sekitar 8.200 hektare yang mengalami karhutla, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim menyebut puluhan hektare lainnya beririsan dengan area konsesi perkebunan.

Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, sampai dengan saat ini pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan korporasi untuk mencegah meluasnya kebakaran, khususnya ketika titik api berada di sekitar atau beririsan dengan area konsesi.

"Terkait itu memang kami terus koordinasi. Dan mengingatkan korporasi untuk menjaga wilayah masing-masing," kata Buyung, Rabu (7/10). Hingga 6 Oktober 2026, BPBD Kaltim mencatat luasan lahan terbakar mencapai sekitar 8.200 hektare dengan sekitar 2.300 fire spot masih terjadi di berbagai wilayah.

Baca Juga: Karhutla Kaltim Hanguskan 8.200 Hektare, Kepala BPBD Sebut Ulah Manusia Jadi Faktor Utama

Dari angka tersebut, BPBD Kaltim memperoleh informasi sekitar 38,5 hektare lahan berkaitan dengan area konsesi. Meski pemerintah terus melakukan koordinasi dengan perusahaan, Buyung belum dapat menyebut jumlah korporasi yang telah diamankan terkait kasus karhutla.

Sementara itu, penanganan hukum terhadap pelaku pembakaran juga telah dilakukan aparat penegak hukum.  Buyung menilai penindakan terhadap perorangan maupun korporasi berpotensi memberikan efek pencegahan.

"Kalau saya lihat, ya tentunya ada dampaknya," katanya. Buyung berharap penegakan hukum terhadap pelaku perorangan maupun korporasi dapat memberikan efek jera sehingga kebakaran tidak kembali meluas. "Tapi sebetulnya pasti ada efeknya bagi korporasi dan perorangan. Kita harapkan begitu," katanya mengakhiri. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
El Nino 2026 karhutla Kaltim BPBD Kaltim