KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Perumda Tirta Kencana Samarinda menyiapkan tiga skenario mitigasi guna mengamankan pasokan air bersih warga di tengah ancaman kemarau panjang dan intrusi air laut di Sungai Mahakam.
Kondisi salinitas air baku yang fluktuatif membuat operator air minum daerah ini bersiap menjalankan skema darurat demi menjaga kebutuhan air bersih masyarakat. Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirta Kencana Samarinda Marnabas Patiroy mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan rencana mitigasi bertahap dari tingkat normal hingga kondisi darurat.
"Kita ada tiga rencana penanganan. Plan A itu kondisi normal, lalu Plan B kita mulai mengurangi produksi air. Plan C kita jalankan produksi dengan catatan air tidak boleh dikonsumsi untuk minum," ujarnya, Kamis (8/10).
Ia menjelaskan, tingkat intrusi air lait Sungai Mahakam terus dipantau secara berkala di sejumlah titik intake air baku. Petugas memantau pergerakan air laut mulai dari IPA Bantuas, IPA Kalhol, hingga titik intake Cendana.
Baca Juga: Bisa Nongkrong Positif sampai Malam, Wajah Baru Perpustakaan Kaltim Dikunjungi 200 Orang Sehari
Jika salinitas air baku melewati batas aman konsumsi, warga akan segera diberi peringatan dini. Manajemen Perumda Tirta Kencana telah berkoordinasi dengan camat, lurah dan RT setempat guna meneruskan informasi tersebut secara berjenjang.
"Kami sudah panggil camat dan lurah agar meneruskan informasi ke ketua RT dan warga. Kami tegaskan jika intrusi air laut sedang tinggi, air tolong jangan diminum atau dimasak, manfaatkan khusus mandi, cuci, dan kakus saja," tegasnya.
Untuk menyiasati keterbatasan aliran air, Perumda Tirta Kencana menggandeng pihak swasta serta warga yang memiliki armada truk tangki. Pengiriman air bersih diprioritaskan menyasar fasilitas umum dan rumah ibadah agar distribusi berjalan cepat dan merata.
Baca Juga: PP Perki Buka Suara soal Kasus IKP RSUD AWS dan Fragmen Kawat di Jantung Pasien
"Kami sengaja memanfaatkan masjid, gereja, dan tempat ibadah lain karena memiliki penampungan air dan keran yang banyak. Truk tangki langsung mengisi tandon, lalu warga bisa mengambil air. Kalau kami melayani satu per satu, tidak akan terselesaikan," bebernya.
Selain distribusi darurat, rekayasa sumber air baku juga dilakukan di wilayah Samarinda Utara. Saluran air dari Track Dayung Lempake kini dialirkan menuju Bendungan Benanga guna memperkuat volume air baku di dua instalasi pengolahan.
"Air dari Track Dayung sudah kami alirkan ke Bendungan Benanga. Langkah ini otomatis menambah pasokan untuk IPA Gunung Lingai dan IPA Lempake sehingga kapasitas produksinya tetap terjaga," ungkapnya.
Baca Juga: HUT Ke-80 SPS Digelar di Kaltim, Gubernur Rudy Mas'ud Siap Dukung Penuh
Di samping kebutuhan rumah tangga, pengaktifan sumur bor milik warga kembali digencarkan di berbagai titik pemukiman. Pemerintah Kota Samarinda juga menaruh perhatian besar pada sektor pertanian agar pasokan pangan lokal tidak lumpuh akibat kekeringan.
Air dari void eks tambang yang telah teruji disedot untuk mengairi area persawahan yang mulai mengering. Kebijakan ini diambil secara terpadu guna mencegah risiko gagal tanam dan panen yang berpotensi memicu lonjakan harga pangan.
"Hampir seratus unit pompa air sudah kami serahkan ke kelompok-kelompok tani untuk menyedot air void ke sawah. Ini menjadi instruksi langsung Wali Kota agar petani diperhatikan, dan alhamdulillah angka inflasi kita bulan ini justru menurun," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki