KALTIMPOST.ID, Dari hutan lindung hingga kampung atas air, Balikpapan punya wajah hijau yang tak kalah menarik.
Bisa jadi alternatif kalau butuh kabur ke alam dan melipir sejenak dari hiruk pikuk perkotaan.
Siapa bilang Balikpapan hanya kota industri dan energi? Di balik lalu lintas bandara, aktivitas kilang minyak, dan kesibukan kantor, kota ini ternyata punya banyak ruang untuk melarikan diri sejenak ke alam.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari publikasi Kota Balikpapan dalam Angka 2025, kota ini memiliki 12 objek wisata alam resmi di Balikpapan yang tersebar di berbagai kecamatan pada 2024.
Mulai hutan tropis, kawasan mangrove, hingga kampung atas air—semuanya menawarkan pengalaman alam yang tak hanya menenangkan, tetapi juga penuh nilai edukasi dan konservasi.
Cocok buat kamu yang ingin "kabur" dari rutinitas, tanpa harus meninggalkan kota terlalu jauh.
Berikut 12 destinasi wisata hijau yang bisa jadi pilihan untuk akhir pekanmu berikutnya:
- Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW)
Terletak di Jalan Soekarno Hatta KM 15, Karang Joang Valikpapan Utara, kawasan ini adalah rumah bagi ratusan spesies langka seperti beruang madu, bekantan, owa-owa, hingga fauna kantong semar.
Berbagai pohon seperti ulin, meranti, keruing, dan berbagai pohon raksasa bisa ditemui di sini.
Dengan jalur trekking alami, HLSW cocok untuk kamu yang ingin menyusuri hutan tropis dataran rendah Kalimantan.
Selain buatan, hutan ini juga masih memiliki hutan perawan yang terjaga. Tempat ini menjadi pusat konservasi, penelitian, dan edukasi lingkungan yang penting, bukan hanya bagi Balikpapan, tapi juga Kalimantan Timur.
- Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH)
Berlokasi di KM 23, Karang Joang, KWPLH menjadi pusat perlindungan beruang madu yang dikelola secara profesional dan terbuka untuk umum.
Pengunjung bisa menyaksikan langsung perilaku beruang dalam kandang semi-alami, sambil belajar soal habitat dan upaya pelestariannya.
Cocok untuk wisata keluarga dan kegiatan sekolah, tempat ini memadukan edukasi dan rekreasi dengan baik.
- Kebun Raya Balikpapan
Masih di Karang Joang KM 15, Kebun Raya Balikpapan merupakan tempat konservasi tumbuhan tropis Kalimantan.
Koleksi tanaman langkanya disusun dalam zona tematik, menjadikannya destinasi yang ideal untuk belajar botani, berburu foto alam, atau sekadar jalan santai sambil menyerap udara segar.
Sebagai bagian dari jaringan kebun raya nasional, tempat ini menjadi laboratorium hidup untuk pelestarian keanekaragaman hayati. Lokaisnya dekat dengan HLSW Balikpapan.
- Mangrove Margo Mulyo
Berada di Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan Barat, tempat ini menyuguhkan pengalaman berjalan di atas jembatan kayu yang membelah hutan mangrove yang masih alami dan luas. Berbagai flora dan fauna juga tinggal di sini.
Ini merupakan kawasan konservasi dan hutan kota yang dilindungi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan.
Letaknya cukup strategis di tengah kota. Kamu bisa datang ke Jl. AMD Gg. 4 No.RT 42, Margomulyo, Kec. Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kamu bisa melihat langsung hewan bekantan, tempakul, siput bakau, burung kuntul, atau tanaman nyirih, tancang, dan bakau.
Selain sebagai tempat healing yang tenang, kawasan ini juga menjadi sarana edukasi penting tentang fungsi ekologis mangrove di kota ini.
- Kawasan Ekowisata Teluk Balikpapan
Teluk Balikpapan adalah salah satu ekowisata vital dengan kekayaan alamnya yang luar biasa.
Perairan yang memisahkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara ini memiliki hutan mangrove alami seluas 16.000 hektare yang menjadi habitat penting bagi beragam satwa langka, seperti bekantan, penyu hijau, dan beruang madu.
Tercatat ada lebih dari 100 spesies mamalia dan 300 jenis burung yang hidup di sana.
Teluk Balikpapan membuktikan bahwa keanekaragaman hayati dapat hidup berdampingan dengan kota. Tempat ini penting sebagai pengingat bahwa kota pesisir bisa tetap hijau dan berkelanjutan.
- Mangrove Center Graha Indah
Berada di kawasan Perumahan Graha Indah Balikpapan. Dengan luas sekitar 150 hektare, tempat ini menjadi surga bagi bekantan atau monyet hidung panjang, dengan populasi ratusan ekor.
Kamu bisa melihat langsung primata endemik Kalimantan ini saat mereka mencari makan di pagi atau sore hari.
Untuk menjelajahi hutan mangrove dengan 40 jenis tumbuhan yang didominasi pohon Rhizopora mucronate.
Kamu bisa menyewa perahu yang disediakan warga untuk menyusuri sungai. Ini akan menjadi pengalaman healing yang berbeda, di mana kamu bisa menikmati pemandangan hijau di sepanjang sungai.
- Ekowisata Mangrove Kariangau
Terletak di perbatasan Kecamatan Balikpapan Barat dan Balikpapan Utara, Mangrove Kariangau memiliki luas sekitar 543 ha. Berada dekat dengan Teluk Balikpapan ini menawarkan pengalaman ekowisata yang unik.
Di sini, pengunjung dapat menjelajahi keindahan hutan bakau sambil menyaksikan pemandangan Teluk Balikpapan dari jembatan ulin yang membentang panjang.
Selain menikmati suasana alam, kamu juga bisa melihat budi daya kepiting bakau dan kuliner berbasis alam.
Kawasan ini juga menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat lokal. Hutan Mangrove Kariangau tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai habitat penting bagi bekantan dan sumber makanan utama bagi kepiting.
- Kampung Atas Air Margasari
Berada di Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, kampung ini menjadi bukti keberhasilan pemerintah kota dalam menyulap kawasan kumuh menjadi tempat tinggal yang bersih dan tertata.
Dikenal sebagai Kampung Atas Air karena seluruh rumahnya berdiri di atas laut, kampung seluas 6,7 hektare ini memiliki jembatan kayu ulin yang menjadi jalan utama.
Pengunjung bisa berjalan santai menikmati pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Jika beruntung, kamu bisa menyaksikan keindahan matahari terbenam dari atas jembatan sambil berinteraksi dengan warga setempat.
Berkat upaya penataan yang gigih, kampung ini berhasil meraih penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) Award 2013 dan kini menjadi salah satu destinasi menarik di Balikpapan.
- Desa Wisata Teritip
Berlokasi di Jalan Mulawarman, Balikpapan Timur, desa ini memadukan wisata alam dan edukasi agrowisata.
Desa ini memiliki beragam potensi, mulai Penangkaran Buaya yang terkenal, area persawahan, hingga peternakan dan Perkebunan warga di Agrowisata Gunung Binjai.
Di sini juga terdapat Bendungan Teritip seluas 300 hektare yang menawarkan pemandangan alam yang indah. Punya sentra UMKM, dan berbagai daya tarik lainnya seperti Wisata Madani yang berfokus pada budidaya kepiting soka.
- Bambu Wanadesa
Terletak di Karang Joang KM 15, Wanadesa adalah kawasan konservasi dan edukasi tanaman bambu yang juga berfungsi sebagai ruang belajar terbuka.
Di sini pengunjung bisa menikmati suasana sore hari yang asri dan sejuk. Banyak gazebo untuk bersantai, dan mengamati pemandangan waduk yang menenangkan dan bisa disusuri dengan perahu.
Kamu bisa melakukan gathering atau bahkan camping di sini. Lengkap dengan toilet musala, dan playground anak.
- Desa Wisata Wain
Masih berada di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) di Karang Joang KM 15, Desa Wisata Wain menawarkan petualangan alam yang beragam.
Dengan luas 10.025 hektare, tempat ini memadukan keindahan alam dengan kearifan budaya lokal.
Pengunjung bisa menyusuri aliran Sungai Wain yang jernih, melewati jembatan kayu sepanjang 400 meter, atau mencoba jalur trekking 3 kilometer untuk melihat tumbuhan langka seperti Kantung Semar.
Bagi yang mencari tantangan lebih, tersedia jalur pendakian sepanjang 8 kilometer.
Untuk mengamati satwa langka seperti beruang madu di sini, pengunjung perlu mendapatkan izin dari pengelola sebagai bentuk dukungan pada upaya konservasi.
- Wisata Meranti KM 15
Masih di kawasan Karang Joang, lokasi ini dikenal sebagai tempat berkemah dan aktivitas luar ruangan di tengah hutan yang didominasi pohon meranti.
Area ini dikelola secara swadaya oleh warga sejak 2021 dan berfungsi sebagai ruang serapan air untuk PDAM Balikpapan.
Berada di lahan seluas 30 hektare, keberadaan Wisata Meranti menjadi bukti nyata upaya masyarakat dalam melestarikan hutan.
Destinasi ini kerap digunakan untuk kegiatan edukasi lingkungan, pelatihan, atau sekadar tempat melepas penat bersama keluarga. Lokasinya mudah dijangkau dan menyuguhkan suasana hutan yang asri.
Bukan Sekadar Liburan, tapi Investasi untuk Masa Depan
Dua belas destinasi ini menunjukkan bahwa Balikpapan tak hanya tentang pelabuhan, jalan tol, dan proyek strategis nasional.
Kota ini juga menyimpan ruang hijau yang layak dijaga dan dikembangkan sebagai aset wisata berkelanjutan.
Dengan pendekatan edukatif dan konservatif, destinasi-destinasi ini memberi pengalaman lebih dari sekadar foto cantik—tapi juga kesadaran akan pentingnya menjaga bumi.
Editor : Hernawati