Akses Wisata Penanjakan Bromo Dibuka Kembali Secara Penuh usai Karhutla

Ilmidza • Dipublikasikan Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:08 WIB
Wisata Gunung Bromo kembali dibuka usai Karhutla. (almaghrobi hidayatullah/pinterest)
Wisata Gunung Bromo kembali dibuka usai Karhutla. (almaghrobi hidayatullah/pinterest)

KALTIMPOST.ID, Kabar gembira bagi para pelancong dan pelaku usaha jasa wisata di kawasan Gunung Bromo. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengumumkan bahwa seluruh akses menuju kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan, telah dibuka secara penuh sejak Jumat (23/10) pukul 01.00 WIB.

​Kebijakan ini diambil setelah sebelumnya petugas membatasi kunjungan di titik tersebut akibat munculnya insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

​Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan, keputusan pembukaan kembali titik favorit pemandangan matahari terbit (sunrise) itu dilandasi oleh hasil evaluasi dan pemantauan menyeluruh di lapangan yang memastikan tidak ada lagi titik api (hotspot).

​"Berdasarkan perkembangan dan hasil pemantauan di lapangan telah menunjukkan bahwa tidak ditemukan lagi titik api, sehingga akses wisata di area Penanjakan yang sempat dibatasi dibuka kembali pada 23 Oktober 2026," ujar Rudi.

​Keputusan resmi tersebut dituangkan melalui Surat Pengumuman Nomor: PG.30/T.8/TU/HMS.01.07/B/10/2026 yang diterbitkan oleh manajemen BB TNBTS. Seperti diketahui, gerbang masuk menuju kawasan konservasi Bromo melingkupi empat wilayah administratif kabupaten di Jawa Timur, yaitu Malang, Probolinggo, Lumajang, dan Pasuruan.

​Kuota Kunjungan dan Aturan Ketat Cegah Karhutla Susulan

​Secara menyeluruh, BB TNBTS tetap menerapkan batasan kuota kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo sebanyak 2.752 orang per hari. Pihak pengelola mengimbau seluruh pengunjung maupun penyedia jasa trip untuk mematuhi aturan serta instruksi petugas di lapangan.

​Guna mengantisipasi potensi kebakaran berulang, pengelola menekankan beberapa larangan keras bagi para wisatawan:

​"Tetap menjaga kewaspadaan selama beraktivitas di kawasan dan memperhatikan kondisi lingkungan serta mengutamakan keselamatan bersama," tegas Rudi, seraya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, dan kelestarian ekosistem taman nasional.

Editor : Ilmidza
wisata gunung Bromo