Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Campak Meningkat di Balikpapan, Diskes Percepat Vaksinasi

M
Penulis: Maria Irham❯
WASPADA: Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Alwiati memberi pernyataan soal meningkatnya kasus campak di Balikpapan.
WASPADA: Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Alwiati memberi pernyataan soal meningkatnya kasus campak di Balikpapan.

Advertisement

BALIKPAPAN-  Kasus campak kembali mencuat di Kota Balikpapan. Dalam beberapa pekan terakhir, jumlahnya terus bertambah dan kini menembus angka 200 kasus.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Balikpapan mencatat sebaran kasus telah menjangkau berbagai kelurahan. Kondisi ini mendorong peningkatan kewaspadaan, meski statusnya belum masuk kategori kejadian luar biasa.

Kadiskes Balikpapan Alwiati mengungkapkan bahwa pola penyebaran kali ini berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya campak identik dengan anak-anak, kini justru banyak menyerang usia dewasa.

Advertisement

“Bila seseorang sudah pernah mendapatkan imunisasi campak, biasanya gejalanya tidak terlalu berat karena tubuh sudah memiliki kekebalan,” ujarnya.

Alwiati menduga perubahan pola tersebut karena berkaitan dengan riwayat imunisasi yang tidak lengkap sejak masa kecil. Tanpa vaksinasi, tubuh tidak memiliki perlindungan optimal saat terpapar virus. Akibatnya, penderita berisiko mengalami gejala lebih berat. Dalam beberapa kasus, campak dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti sesak napas hingga pneumonia.

“Komplikasi tersebut bisa berbahaya, terutama bagi yang belum pernah mendapatkan vaksin,” jelas Alwiati.

Advertisement

Meski belum masuk kategori daerah endemik yang wajib menjalankan program Outbreak Response Immunization (ORI) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Diskes tetap mempercepat upaya pencegahan. Fokus utamanya pun mengarah pada peningkatan cakupan imunisasi masyarakat. DKK mengimbau warga agar segera melengkapi vaksinasi melalui fasilitas layanan kesehatan yang tersedia.

“Kami terus mengejar cakupan imunisasi agar masyarakat tidak mudah terjangkit,” tegasnya.

Selain vaksinasi, langkah penting lain adalah isolasi mandiri bagi penderita. Upaya tersebut sejauh ini efektif untuk memutus rantai penularan dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Selanjutnya. pasien agar beristirahat hingga benar-benar pulih sebelum kembali beraktivitas.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

 KPB Bagikan Ribuan Masker dan Nebulizer, Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Warga Hadapi Kabut Asap

KPB Bagikan Ribuan Masker dan Nebulizer, Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Warga Hadapi Kabut Asap

Kabut asap kini dirasakan seluruh warga. Sebagai bagian dari kota ini, KPB hadir mendukung layanan kesehatan yang disiapkan pemerintah kota

Diskes Balikpapan Lakukan 4 Langkah Antisipasi Lonjakan ISPA Usai Adanya Korban Jiwa

Diskes Balikpapan Lakukan 4 Langkah Antisipasi Lonjakan ISPA Usai Adanya Korban Jiwa

Diskes Balikpapan siapkan 4 langkah antisipasi lonjakan kasus ISPA setelah adanya korban jiwa akibat paparan kabut asap.

Pemkot Dorong Mahasiswa Pelopor Gencarkan Edukasi Cegah Kanker dan Budaya Hidup Sehat

Pemkot Dorong Mahasiswa Pelopor Gencarkan Edukasi Cegah Kanker dan Budaya Hidup Sehat

Pemkot Balikpapan dorong mahasiswa memelopori pola hidup bersih dan sehat sekaligus perpanjangan tangan menyebarkan kesadaran cegah kanker

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer