
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) bergerak cepat merespons keluhan warga di wilayah pelayanan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teritip terkait distribusi air bersih yang terhenti selama beberapa hari. Langkah darurat berupa pengiriman air melalui armada tangki dikerahkan karena ketersediaan air baku di Waduk Teritip telah menyentuh batas krisis.
Direktur Utama PTMB Yudhi Sahruddin mengungkapkan, volume air di Waduk Teritip terus mengalami penurunan tajam hingga mendekati batas mati operasional. Kondisi tersebut memaksa operator membatasi penyedotan air secara drastis guna mencegah kerusakan teknis pada sistem pompa intake.
"Perkiraan saat ini daya tampung Waduk Teritip hanya 670 kubik dan dead storage di level 500 kubik. Jika masuk level tersebut, kita sudah tidak bisa lagi mengambil air dari Waduk Teritip," kata Yudhi Sahruddin.
Yudhi berharap kemerosotan volume air baku tidak terus berlanjut hingga November 2026. Manajemen PTMB menargetkan kondisi tampungan waduk kembali normal saat memasuki periode November hingga Desember seiring peralihan musim hujan.
Sembari menunggu peningkatan debit air permukaan, PTMB berupaya mencari sumber pasokan alternatif dengan mengeksplorasi sumur air tanah di kawasan timur. Selain itu, unit pengolahan air darurat juga digeser untuk memperkuat sistem pendistribusian langsung ke permukiman warga.
Baca Juga: Diskes Balikpapan Genjot Vaksinasi HPV Tekan Risiko Kanker Leher Rahim
"IPA Mobile ditempatkan di Gunung Tembak. Tadinya di utara dan kami pindahkan ke timur karena kondisi Waduk Teritip yang mengalami krisis. Ini menjadi bantuan untuk suplai ke warga melalui tangki," tutur Yudhi.
Sementara itu, Direktur Teknik dan Operasional PTMB M Kohirudin menyatakan, pihaknya menyiapkan rencana jangka menengah dengan memfungsikan kembali aset instalasi lama. Fasilitas tersebut sempat dinonaktifkan setelah beroperasinya IPA baru berkapasitas 220 liter per detik.
"Karena krisis air baku perlu mencari solusi, aset yang ada akan kita manfaatkan lagi dengan membangun ulang IPA kapasitas 50 liter per detik," ujar M Kohirudin mengenai opsi strategis penanganan krisis tersebut.
Rencana pembangunan kembali IPA Teritip lama berkapasitas 50 liter per detik ini telah disampaikan kepada instansi terkait. PTMB telah berkoordinasi secara resmi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV dan BPBPK Kaltim guna mempercepat realisasi penanganan keterbatasan air baku tersebut. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




