Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diskes Balikpapan Genjot Vaksinasi HPV Tekan Risiko Kanker Leher Rahim  

D
Penulis: Dina Angelina❯
Kegiatan vaksinasi HPV oleh Dinas Kesehatan Balikpapan untuk mencegah kanker serviks di Balai Kota Balikpapan, Senin (26/10/2026). (ANGGI PRADITHA/KP)
Kegiatan vaksinasi HPV oleh Dinas Kesehatan Balikpapan untuk mencegah kanker serviks di Balai Kota Balikpapan, Senin (26/10/2026). (ANGGI PRADITHA/KP)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan menggelar program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dalam rangka memperingati HUT ke-55 Korpri di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (26/10/2026).

Advertisement

Langkah preventif ini ditujukan untuk menekan risiko penularan infeksi HPV sekaligus mencegah kasus kanker leher rahim atau kanker serviks.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program hasil terbaik cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dalam mengupayakan pencegahan penyakit.

Advertisement

Sasaran intervensi kesehatan ini mencakup perempuan usia produktif serta peserta didik tingkat sekolah dasar kelas 5 dan 6 SD, hingga siswi kelas 9 SMP. Begitu pula kali ini menyasar aparatur sipil negara (ASN).

Alwiati memaparkan urgensi vaksinasi ini didasari tingginya ancaman kanker serviks terhadap kesehatan perempuan. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2022, terdapat sekitar 660.000 kasus kanker serviks di tingkat global dengan 350.000 kematian, sementara di Indonesia tercatat sekitar 36.000 kasus baru serta 21.000 kematian pada periode yang sama.

“Selain pemberian vaksin, pemerintah daerah juga menggencarkan program penapisan laboratorium berupa skrining HPV DNA untuk mendeteksi keberadaan virus secara dini pada perempuan,” katanya.

Alwiati mengingatkan masyarakat dan ASN agar memahami fungsi dari kedua prosedur medis tersebut. Sebab vaksinasi HPV berbeda dengan pemeriksaan HPV DNA.

“Vaksinasi ini bertujuan untuk mencegah penyakit infeksi HPV, sedangkan HPV DNA merupakan metode skrining untuk mendeteksi resiko pada materi genetik pada HPV beresiko tinggi," tutur Alwiati.

Dalam laporannya, Alwiati membeberkan bahwa cakupan vaksinasi sebelumnya yang bekerja sama dengan Balai POM telah menuntaskan dosis ketiga untuk 419 peserta, serta 75 peserta dosis pertama melalui organisasi Dharma Wanita.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

 KPB Bagikan Ribuan Masker dan Nebulizer, Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Warga Hadapi Kabut Asap

KPB Bagikan Ribuan Masker dan Nebulizer, Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Warga Hadapi Kabut Asap

Kabut asap kini dirasakan seluruh warga. Sebagai bagian dari kota ini, KPB hadir mendukung layanan kesehatan yang disiapkan pemerintah kota

Kasus ISPA di Balikpapan Turun Menjadi 6.157 Kasus di Tengah Kabut Asap Karhutla   

Kasus ISPA di Balikpapan Turun Menjadi 6.157 Kasus di Tengah Kabut Asap Karhutla  

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat penurunan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Oktober 2026.

Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat, Diskes Balikpapan Pastikan Kasus ISPA Masih Stabil

Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat, Diskes Balikpapan Pastikan Kasus ISPA Masih Stabil

Diskes Balikpapan mengimbau masyarakat terutama anak dan lansia sebagai kalangan rentan terpapar untuk mengenakan masker.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer