Gagas Transmigration Innovation Lab, ITK Siap Gandeng Kementerian Transmigrasi Kembangkan Kaltim

BALIKPAPAN – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) bergerak memperluas kontribusi nyata dalam pembangunan kawasan daerah, khususnya di Kaltim. Untuk itu, Rektor ITK Prof. Agus Rubiyanto bersama jajaran petinggi kampus, menemui Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Kamis (23/10).
Dalam pertemuan yang diinisiasi oleh Program Studi Bisnis Digital ITK tersebut, pihak kampus secara resmi mengusulkan kemitraan strategis melalui ITK Transmigration Innovation Lab. Prof. Agus memaparkan bahwa kampus ITK di Balikpapan menempati posisi geografis yang sangat strategis.
Berada dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta berfungsi sebagai penghubung antara IKN, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, wilayah Sulawesi, dan berbagai kawasan transmigrasi yang mendominasi Kalimantan Timur.
“Saat ini ITK memiliki kurang lebih 7.000 mahasiswa yang tersebar di tiga fakultas, yaitu Fakultas Sains dan Teknologi Informasi, Fakultas Rekayasa dan Teknologi Industri, serta Fakultas Pembangunan Berkelanjutan,” jelasnya.
Dari total 27 program studi yang dikelola, sebanyak delapan program studi telah mengantongi akreditasi internasional. ITK juga tergabung dalam konsorsium ITX bersama ITB, ITS, dan ITERA dengan fokus teknologi pesisir, perikanan digital, serta energi maritim, melengkapi fokus riset kampus pada energi, pangan, smart city, dan kemaritiman.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterlibatan ITK di wilayah transmigrasi sejatinya telah berjalan melalui tim pendukung Ekspedisi Patriot 2025 bersama ITB. Serta, riset pengolahan komoditas nanas oleh dosen ITK di kawasan transmigrasi Samboja.
Melalui wadah Transmigration Innovation Lab, pihaknya menawarkan empat program prioritas, yakni KKN Tematik dan Ekspedisi Patriot, penguatan UMKM dan ekonomi digital, pemetaan potensi ekonomi kawasan, hingga penyediaan dashboard digital kawasan. Program tersebut dirancang bertahap melalui empat fase eksekusi, mulai dari pemetaan potensi awal, pendampingan pelaku UMKM, implementasi solusi teknologi digital, sampai tahap evaluasi dan replikasi model kerja.
“Kami juga mengusulkan agenda lanjutan berupa kunjungan Menteri ke kampus ITK untuk memberikan kuliah umum, penandatanganan nota kesepahaman, serta peluncuran proyek percontohan lapangan,” tambahnya.
Menanggapi itu, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyambut positif inisiatif jemput bola tersebut dan menyatakan kesiapan kementeriannya untuk berkunjung langsung ke kampus ITK.
Program transmigrasi kini dinilai ditransformasikan menjadi jembatan penghubung antara perguruan tinggi dan dunia usaha guna membangun kawasan ekonomi berkelanjutan berbasis industrialisasi komoditas.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




