Ubah Paradigma, Imigrasi Balikpapan Dorong Ekonomi Warga Lewat Pimpasa

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan melalui program Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) mulai memperluas perannya dengan menyasar sektor ekonomi lokal. Pada Senin (2/11), petugas menyambangi warga RT 06, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, untuk menjajaki potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Fokus utama kegiatan ini terletak pada pengembangan budidaya dan pengolahan singkong sebagai komoditas unggulan warga setempat. Petugas turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan pengurus RT dan warga guna memetakan potensi ekonomi yang selama ini belum tergarap optimal.
Transformasi peran Imigrasi dari fungsi pengawasan kini bergeser menjadi pembinaan ekonomi di tingkat desa. Langkah nyata ini dilakukan guna mengidentifikasi hambatan nyata yang dihadapi para petani lokal dalam meningkatkan nilai jual hasil panen mereka.
Baca Juga: Kaltim Terima Banpres Rp20 Miliar untuk Penanganan Karhutla, Samarinda Kebagian Peralatan
Dalam dialog tersebut, pihak Imigrasi menyoroti pentingnya nilai tambah produk pertanian melalui diversifikasi olahan hasil panen. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus kemandirian warga di tengah tantangan pasar yang semakin kompetitif.
"Kami ingin kehadiran Imigrasi di tengah masyarakat bukan sekadar urusan dokumen, tetapi juga menjadi mitra dalam mengidentifikasi hambatan nyata petani lokal di lapangan," ujar perwakilan petugas Pimpasa di sela kegiatan tersebut.
Diskusi intensif bersama warga juga menyentuh aspek kendala akses permodalan dan teknik pengemasan produk olahan. Petugas mencatat berbagai masukan warga sebagai bahan evaluasi dalam menyusun skema pendampingan yang tepat sasaran.
Pengembangan kewirausahaan di tingkat desa ini memiliki urgensi khusus dalam tugas keimigrasian. Penguatan ekonomi lokal diharapkan mampu menjadi benteng dalam mencegah masyarakat memilih bekerja ke luar negeri secara nonprosedural.
"Dengan memiliki basis ekonomi yang kuat ketergantungan warga terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang berisiko dapat ditekan. Hal ini sekaligus menjadi upaya preventif dalam melindungi warga dari praktik perdagangan orang," ungkap perwakilan petugas saat meninjau lokasi.
Melalui program ini, Imigrasi berkomitmen untuk terus mendampingi warga RT 06 dalam mengoptimalkan potensi lokal. Sinergi antara instansi pemerintah dan warga ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan dan berdaya saing. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




