Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ubah Paradigma, Imigrasi Balikpapan Dorong Ekonomi Warga Lewat Pimpasa  

S
Penulis: Supriyono Lupus❯
Petugas Imigrasi Pimpasa Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan mengoptimalkan pengembangan budidaya dan pengolahan singkong warga RT 06 Manggar.
Petugas Imigrasi Pimpasa Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan mengoptimalkan pengembangan budidaya dan pengolahan singkong warga RT 06 Manggar.

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan melalui program Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) mulai memperluas perannya dengan menyasar sektor ekonomi lokal. Pada Senin (2/11), petugas menyambangi warga RT 06, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, untuk menjajaki potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Advertisement

Fokus utama kegiatan ini terletak pada pengembangan budidaya dan pengolahan singkong sebagai komoditas unggulan warga setempat. Petugas turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan pengurus RT dan warga guna memetakan potensi ekonomi yang selama ini belum tergarap optimal.

Transformasi peran Imigrasi dari fungsi pengawasan kini bergeser menjadi pembinaan ekonomi di tingkat desa. Langkah nyata ini dilakukan guna mengidentifikasi hambatan nyata yang dihadapi para petani lokal dalam meningkatkan nilai jual hasil panen mereka.

Advertisement

Dalam dialog tersebut, pihak Imigrasi menyoroti pentingnya nilai tambah produk pertanian melalui diversifikasi olahan hasil panen. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus kemandirian warga di tengah tantangan pasar yang semakin kompetitif.

"Kami ingin kehadiran Imigrasi di tengah masyarakat bukan sekadar urusan dokumen, tetapi juga menjadi mitra dalam mengidentifikasi hambatan nyata petani lokal di lapangan," ujar perwakilan petugas Pimpasa di sela kegiatan tersebut.

Diskusi intensif bersama warga juga menyentuh aspek kendala akses permodalan dan teknik pengemasan produk olahan. Petugas mencatat berbagai masukan warga sebagai bahan evaluasi dalam menyusun skema pendampingan yang tepat sasaran.

Pengembangan kewirausahaan di tingkat desa ini memiliki urgensi khusus dalam tugas keimigrasian. Penguatan ekonomi lokal diharapkan mampu menjadi benteng dalam mencegah masyarakat memilih bekerja ke luar negeri secara nonprosedural.

"Dengan memiliki basis ekonomi yang kuat ketergantungan warga terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang berisiko dapat ditekan. Hal ini sekaligus menjadi upaya preventif dalam melindungi warga dari praktik perdagangan orang," ungkap perwakilan petugas saat meninjau lokasi.

Melalui program ini, Imigrasi berkomitmen untuk terus mendampingi warga RT 06 dalam mengoptimalkan potensi lokal. Sinergi antara instansi pemerintah dan warga ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan dan berdaya saing. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pelaku UMKM Ikut Tersiksa Pemadaman Listrik dan Air Bersih, Biaya Operasional Bertambah

Pelaku UMKM Ikut Tersiksa Pemadaman Listrik dan Air Bersih, Biaya Operasional Bertambah

Pemadaman listrik dan air di Balikpapan hambat operasional UMKM. Bahan baku rusak, biaya operasional membengkak, pelaku usaha mengeluh.

Semarak HBD 2026 Regional Kalimantan, 9.234 Masyarakat Dorong Perputaran Ekonomi Lokal

Semarak HBD 2026 Regional Kalimantan, 9.234 Masyarakat Dorong Perputaran Ekonomi Lokal

Honda Bikers Day 2026 Regional Kalimantan di Samarinda dihadiri 9.234 masyarakat dan turut menggerakkan pariwisata serta UMKM lokal daerah.

 Antisipasi Dinamika Pembangunan, Pemkab PPU Gembleng Tata Kelola Pemerintahan Desa  

Antisipasi Dinamika Pembangunan, Pemkab PPU Gembleng Tata Kelola Pemerintahan Desa  

DPMD PPU bergerak cepat memperkuat kapasitas tata kelola pemerintahan desa di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer