BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan berencana membangun pasar induk. Berlokasi di Kilometer 5,5 Graha Indah. Saat ini tahapan terus berjalan, mulai dari pembuatan masterplan.
Sayangnya rencana pembangunan pasar induk Balikpapan harus tertunda pada tahun depan. Usai Pemkot Balikpapan mengalami realisasi APBD 2026 karena terdampak pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD).
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono mengingatkan, hal terpenting juga sebelum melakukan pembangunan fisik yakni analisis dampak lalu lintas (andalalin). “Karena kondisi sekitarnya cukup padat,” sebutnya.
Dia berharap, dokumen andalalin ini menjadi perhatian pemerintah daerah. “Wilayah itu crowded jadi andalalin harus clear dulu,” tegasnya. Terutama bisa tuntas sebelum proyek berlanjut pada pembangunan fisik.
Walau harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Jangan sampai pasar induk berdiri tapi menimbulkan kemacetan baru,” tambahnya. Pihaknya tentu mendukung pembangunan pasar induk.
“Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang dan masyarakat,” tuturnya. Dia setuju agar pasar induk menjadi prioritas. Sebab terkait tata kelola distribusi pangan dan ruang ekonomi masyarakat.
Namun anggaran pembangunan pasar induk memang tidak sedikit. “Diperkirakan sekitar Rp 60-80 miliar,” ucapnya. Budiono mengimbau ada perencanaan yang matang dan sesuai arah kebijakan pemerintah daerah.
Melihat besarnya kebutuhan anggaran, jangan sampai pasar induk tidak berfungsi optimal karena salah perencanaan. “Antisipasi agar tidak ada masalah yang muncul setelah pekerjaan berjalan,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan