KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sumber Bahagia 1 menjadi penerima stimulan Interport Mandiri Utama. Saat ini terdapat nelayan aktif sebanyak 14 orang yang juga warga Kariangau, Balikpapan Barat.
Bantuan yang diberikan sesuai dengan jumlah nelayan di sana. Terdiri dari 9 unit mesin dan 5 unit perahu sampan. “Setiap nelayan mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan,” kata Ketua KUB Sumber Bahagia 1 Rusli.
Misalnya seperti anggota nelayan perempuan yang mendapatkan bantuan perahu sampan. Sebab mereka mencari kerang darah. Area tangkap sekitar pesisir mangrove. Tidak perlu menggunakan mesin.
Sehingga bantuan yang diberikan perusahaan benar-benar tepat sasaran. Rusli bercerita, sebelumnya sudah ada bantuan dalam bentuk penguatan lembaga atau pelatihan.
Sedangkan untuk bantuan berbentuk barang, pihaknya baru kali pertama menerima. Apalagi nilai bantuan juga lumayan besar dan sangat membantu nelayan. Sampan maupun mesin dengan harga berkisar Rp 3,5 juta.
Dia bersyukur dengan bantuan tersebut. Setidaknya dalam berapa tahun ke depan, nelayan tidak berpikir mencari dana untuk pengadaan alat kerja. Artinya beban pengeluaran berkurang.
“Nelayan tidak perlu pengadaan baru atau memperbaiki perahu. Uang yang ada bisa untuk kebutuhan lain,” sebutnya. Mereka adalah nelayan kepiting bakau, udang putih, dan ikan sungai di sekitar Teluk Balikpapan.
Secara umum, total produksi sekitar 1,5 ton per bulan dari nelayan di Kariangau. “Khusus KUB ini 400-500 kilogram per bulan dengan berbagai komoditas tadi menyesuaikan musim,” bebernya.
Rusli bercerita, nelayan kini menghadapi area tangkapan yang terbatas. Belum lagi siklus pasang surut menunggu tangkapan. Jadi durasi bekerja semakin berkurang.
Kalau seharusnya 20 hari kerja, sekarang tinggal belasan hari kerja. Sebagai antisipasi, nelayan membentuk kelompok usaha dan mengelola kolam pemancingan Kampung Nelayan Berdasi.
“Salah satu profesi yang dianggap bakalan punah adalah nelayan,” tuturnya. Dia berharap ada bantuan dari pemerintah, swasta, dan stakeholder lainnya kepada nelayan.
“Kami masih tetap perlu bantuan, mungkin salah satunya model seperti stimulan dari Interport,” ujarnya. Sehingga nelayan tetap semangat menjalani pekerjaan dan dibantu peran sekitar. (*)
Editor : Ismet Rifani