Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jelang Libur Nataru, Permintaan Daging Tak Terlalu Tinggi

Oktavia Megaria • Selasa, 23 Desember 2025 | 16:04 WIB
RENDAH: Pedagang daging di Pasar Klandasan Balikpapan sebut pembelian daging rendah peminat.
RENDAH: Pedagang daging di Pasar Klandasan Balikpapan sebut pembelian daging rendah peminat.

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Berbeda dengan bahan pangan sayuran, pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) seperti saat ini tidak berpengarug besar pada penjualan daging sapi. Hal itu ditemukan salah satunya di Pasar Klandasan Balikpapan. 

Hambar Nur, salah satu pedagang daging sapi mengaku penjualannya tak berdampak terlalu signifikan pada momen Nataru ini. Dengan rendahnya permintaan akan daging sapi oleh konsumen.

“Dari dulu sih begitu, memang kalau akhir tahun tidak terlalu terasa. Beda kalau pas momen lebaran, pembeli itu rebutan,” jelasnya.

Fenomena itu, sambungnya, berdampak pula pada harga daging sapi. Disebutkan, untuk 1 kilogram daging sapi beku (impor) berkisar di antara Rp 130–140 ribu. Sementara untuk daging sapi lokal, berada di harga Rp 150 ribu – Rp 160 ribu.

“Kalau lokal (dalam negeri) itu memang harganya mahal. Karena lebih segar dan cukup langka dibanding daging yang diimpor,” tambahnya.

Daging sapi impor tersebut, katanya, berasal dari berbagai negara seperti Australia, India hingga Brasil. Sementara untuk daging sapi lokal, kerap didapatkan dari wilayah Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hambar menjelaskan, fenomena tersebut memang terjadi sudah sejak lama. Di mana, permintaan daging sapi di akhir tahun tidak terlalu berdampak. Sebab, memang peminatnya tidak terlalu banyak.

Berbeda dengan momen Lebaran. Yang katanya, bahkan bisa sampai menghabiskan stok yang dimilikinya karena diburu pembeli.

"Harganya juga langsung melonjak kalau lebaran. Daging beku itu di harga Rp 150 ribu, dan lokal bisa tembus Rp 200 ribu,” tutupnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#rendah #daging #balikpapan