KALTIMPOST.ID-Meski cukup banyak sektor yang terdampak pemangkasan transfer ke daerah (TKD), namun tak sedikit pula yang masih diprioritaskan. Salah satunya, yakni sektor pendidikan.
Balikpapan dinilai cukup gencar dalam menjalankan kegiatan di bidang pendidikan. Hal ini juga termasuk ke dalam seragam gratis dan pemerataan sekolah.
Terkait itu, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Gasali menyatakan, program seragam gratis ini masih akan berjalan dan tak terkendala oleh efisiensi anggaran.
“Seragam gratis itu kan program kepala daerah yang tidak berdampak TKD. Jadi baik itu seragam maupun kegiatan yang sifatnya program tahunan, tetap akan berjalan. Cuma memang dampak TKD ini kan ada beberapa kegiatan fisik yang dikorbankan,” jelasnya.
Salah satu contoh kegiatan fisik yang terkena dampak, kata Gasali yakni pembangunan sekolah.
Di mana sebelumnya, Pemkot Balikpapan menggencarkan pemerataan pendidikan di 6 kecamatan kota Balikpapan.
Pasalnya, lanjut dia, berdasarkan kondisi saat ini yang memang kekurangan rombongan belajar (rumbel) atau sekolah baru. Makanya, dari tahun ke tahun, akan selalu ada dua pembangunan sekolah baru.
“Hanya memang di 2026 ini karena TKD ini sangat berdampak, jadi pembangunan itu cuma satu unit untuk di 2026. Yang sejatinya kami usulkan di 2026 itu ada dua, baik di Grand City dan di Islamic Center, tapi yang direalisasikan saat ini itu di Grand City,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.