Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ini Harapan Kapolda Kaltim saat Nobar Wayang Kulit di Balikpapan

M Ibrahim • Senin, 16 Februari 2026 | 09:14 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengajak masyarakat melestarikan budaya. Ini mempererat kebersamaan antara aparat dan masyarakat.
LESTARIKAN BUDAYA: Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengajak masyarakat melestarikan budaya. Ini mempererat kebersamaan antara aparat dan masyarakat.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kepedulian Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar pada masyarakat Kaltim ditunjukkan dengan menggelar nonton bareng (Nobar) wayang kulit, Jumat (14/2/2026) dini hari.

Wayang kulit bertajuk Semar Mbangun Kayangan itu dibawakan Ki Dalang Bayu Aji. Putra maestro pedalangan Ki Anom Suroto. Ia membawakan lakon dengan gaya komunikatif dan selingan humor yang mengundang gelak tawa.

Lantunan gamelan dan tembang sinden mengalun bersahutan dengan riuh tepuk tangan penonton yang datang tidak hanya dari Balikpapan, tetapi juga dari Penajam Paser Utara, Paser, Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, hingga Kutai Timur.

Mereka duduk bersila, sebagian membawa keluarga, menikmati pagelaran semalam suntuk yang memadukan hiburan, tradisi, dan pesan moral. Dialog antar tokoh diselipkan nasihat tentang kepemimpinan, kebijaksanaan, dan pentingnya menjaga harmoni.

Sejumlah bintang tamu turut memeriahkan suasana. Kehadiran Gareng Semarang, Ciblek Banyumas, Niken Salindri Kediri, Bagong, serta para sinden muda membuat suasana semakin hidup.

Endar menyerahkan wayang tokoh Semar kepada Ki Dalang Bayu Aji sebagai penanda dimulainya pertunjukan. Jenderal bintang dua asal Purwokerto, Jawa Tengah, tampak mengenakan busana adat Jawa bersama para tamu undangan.

Turut hadir di antaranya Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Josi Kusumo, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Adji Muhammad Arifin, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, serta Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Endar mengatakan kegiatan budaya seperti ini merupakan bagian dari upaya mempererat kebersamaan antara aparat dan masyarakat.

“Wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi sarat tuntunan. Melalui budaya, kita bisa menyampaikan pesan tentang kebersamaan, kepemimpinan yang bijak, dan pentingnya menjaga persatuan,” jelasnya.

Pelestarian budaya juga menjadi cara yang efektif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kami ingin menghadirkan ruang yang hangat dan inklusif. Ketika masyarakat merasa dekat dan saling menghargai, harmoni sosial akan lebih mudah terjaga,” harapnya.

Lakon “Semar Mbangun Kayangan” sendiri mengisahkan tentang upaya Semar memulihkan kahyangan yang kacau akibat keserakahan dan ego para dewa. Dengan pendekatan moral dan kebijaksanaan, Semar mengingatkan bahwa kekuasaan tanpa kerendahan hati akan membawa kehancuran.

Pesan itu terasa relevan dengan kehidupan sosial masa kini. Di tengah keragaman masyarakat Kaltim, pagelaran wayang kulit malam itu menjadi ruang refleksi bersama. Keharmonisan hanya dapat tumbuh jika nilai moral, persatuan, dan saling menghormati dijaga oleh semua pihak. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#polda kaltim #nonton bareng #wayang kulit #kapolda kaltim #nobar #balikpapan