KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Aparat keamanan bersama pemerintah daerah mulai memperkuat pengawasan di sejumlah titik strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat menjelang libur panjang Idulfitri.
Fokus pengamanan diarahkan pada kelancaran mobilitas, pencegahan gangguan keamanan, serta antisipasi kemacetan di jalur padat kendaraan.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy mengatakan, apel kesiapan telah digelar untuk memastikan seluruh tahapan pengamanan berjalan sesuai rencana, mulai dari koordinasi lintas instansi hingga kesiapan personel di lapangan.
“Kami sudah melaksanakan gelar pasukan untuk memastikan seluruh rangkaian persiapan menghadapi libur panjang Idulfitri benar-benar siap,” ujarnya.
Baca Juga: Posko THR Paser 2026 Dibuka, Disnakertrans Mulai Terima Aduan Pekerja
Pengamanan tidak hanya melibatkan kepolisian, tetapi juga unsur pemerintah kota, TNI, dinas teknis, serta sektor pelayanan publik yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat selama masa libur Lebaran.
Sejumlah langkah pendukung juga telah dilakukan sebelumnya, seperti sosialisasi kepada masyarakat, pengecekan stok bahan pokok, hingga kesiapan layanan kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama periode Lebaran.
Untuk mendukung pengamanan, kepolisian menyiapkan empat pos terpadu di sejumlah lokasi yang menjadi pusat mobilitas masyarakat. Di antaranya kawasan Bandara Sepinggan, Pelabuhan Semayang, terminal penumpang, serta Pelabuhan Kariangau.
Selain itu, tiga pos pengamanan tambahan juga disiapkan di beberapa titik dalam kota, termasuk kawasan Balikpapan Superblock (BSB) dan area Plaza Balikpapan.
Baca Juga: Wujudkan Smart City, Pemkab Paser Integrasikan 35 CCTV Publik ke Peta Interaktif
Pos-pos tersebut akan diperkuat dengan pos pantau bergerak yang bersifat fleksibel mengikuti perkembangan situasi lalu lintas di lapangan.
“Pos pantau akan bersifat dinamis dan ditempatkan di lokasi yang membutuhkan pengawasan tambahan sesuai kondisi,” jelasnya.
Menurut Jerrold, pola pengamanan tahun ini tidak hanya berfokus pada arus kendaraan, tetapi juga mencakup keamanan masyarakat, fasilitas publik, serta distribusi barang selama masa libur.
Ia menambahkan, sejumlah kawasan rawan kecelakaan juga menjadi perhatian khusus, terutama jalur yang kerap mengalami kepadatan kendaraan.
Bundaran Rapak di Balikpapan Utara menjadi salah satu titik yang terus dipantau karena dinilai memiliki potensi risiko tinggi saat volume kendaraan meningkat.
Sebagai langkah antisipasi, skema rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan dan akan diterapkan jika kepadatan kendaraan melebihi batas toleransi.
“Jika arus kendaraan meningkat signifikan, rekayasa lalu lintas akan segera diberlakukan agar kondisi tetap terkendali,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo