Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Permintaan Kredit Rumah Syariah Bertumbuh, Lebih Fleksibel lewat Developer

N
Penulis: Nasya Rahaya❯
KEBUTUHAN: Permintaan hunian syariah milik PT Mahasraya Land di Samarinda masih tinggi, mencerminkan minat pasar yang masih tumbuh di tengah tekanan daya beli pada 2026.
KEBUTUHAN: Permintaan hunian syariah milik PT Mahasraya Land di Samarinda masih tinggi, mencerminkan minat pasar yang masih tumbuh di tengah tekanan daya beli pada 2026.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sektor properti Kaltim dinilai masih menyimpan peluang besar pada tahun ini meski dibayangi tekanan daya beli masyarakat akibat perlambatan ekonomi, pemotongan transfer dana ke daerah, hingga melemahnya industri batu bara.


Advertisement

Pengembang perumahan syariah menilai fleksibilitas skema pembiayaan menjadi kunci bertahan di tengah situasi tersebut.

General Manager PT Mahasraya Land, Ashamat Hamra, mengatakan secara umum pasar properti memang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Kaltim, tetapi juga terasa secara nasional.

“Secara nasional memang ada tren penurunan daya beli. Pertumbuhan ekonomi lima tahun terakhir tidak mencapai target. Ditambah lagi pada 2026 ada pemotongan TKD yang pasti berdampak, terutama bagi PNS dan sektor-sektor yang selama ini bergantung pada belanja pemerintah,” kata Ashamat, Sabtu (10/1).

Advertisement

Kondisi tersebut turut memengaruhi kemampuan sebagian konsumen yang telah ada dalam memenuhi kewajiban cicilan, pun calon konsumen yang tadinya ingin membeli rumah harus lebih mengencangkan ikat pinggang. Namun dia menilai permintaan hunian tidak serta-merta anjlok.

Menurutnya, properti syariah justru relatif lebih adaptif di tengah tekanan ekonomi karena tidak menggunakan skema perbankan konvensional.

“Properti syariah tidak menggunakan bunga, tidak ada denda keterlambatan dan harga sudah dikunci sejak awal akad. Ketika konsumen dalam masa bayar mengalami penurunan penghasilan atau hal-hal di luar keinginan, kami akan melakukan restrukturisasi tanpa menambah biaya beban,” ujarnya.

Advertisement

Ashamat menjelaskan, pada skema syariah yang diterapkan Mahasraya Land, konsumen melakukan pembayaran langsung kepada pengembang dengan akad tanpa riba. Harga jual rumah ditetapkan di awal sesuai tenor yang disepakati, tanpa penalti pelunasan dipercepat maupun sita paksa.

“Kalau konsumen awalnya mencicil Rp 6 juta per bulan lalu karena ada satu dua hal dan hanya mampu membayar Rp 3 juta, jangka waktunya bisa diperpanjang. Tidak ada bunga berjalan, tidak ada penambahan biaya. Harga jual tetap,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menilai sistem konvensional kerap menimbulkan kejutan bagi konsumen, terutama ketika terjadi pelunasan di tengah masa kredit. “Banyak konsumen kaget karena setelah lima atau tujuh tahun membayar, pokok utangnya ternyata belum berkurang signifikan akibat sistem bunga dan anuitas,” kata Ashamat.

Pada 2026 ini pihaknya masih tetap optimistis. PT Mahasraya Land menilai permintaan hunian di Samarinda tetap baik dan diminati.

Saat ini, pihaknya mengelola beberapa proyek, perumahan strategis di Samarinda di antaranya Pesona Elfida di Jalan Gunung Lingai yang telah terjual habis, Elfida Mulia  di Samarinda Seberang, serta Royal Elfida di Jalan H Moh Ardans, Sempaja Selatan.

“Di Elfida Mulia, dari total 348 unit, sudah 153 unit terjual. Ini menunjukkan minat pasar masih kuat,” ujarnya. Harga rumah di kawasan tersebut berada di kisaran Rp 300-Rp 400 juta dengan tipe 40 dan 45 tergantung cluster.

Sementara itu, Royal Elfida menyasar segmen menengah atas dengan konsep lebih eksklusif. “Pada proyek ini kami hanya menyediakan 65 unit, harga promo awal di Rp 900 juta, dengan tipe rumah mulai dari 80 meter persegi hingga hampir 200 meter persegi. Unitnya terbatas, hanya sekitar 65 unit,” kata Ashamat.

PT Mahasraya Land juga benar-benar meletakkan konsep islami dalam bisnis ini. Tidak sekedar memberikan sistem pembiayaan syariah tapi juga menerapkan seleksi ketat terhadap calon pembeli, demi menjaga konsep hunian Islami. “Kami ingin membangun ekosistem halal yang benar-benar syar’i, bukan sekadar slogan,” ujarnya.

Terkait prospek 2026, Ashamat menegaskan optimisme perusahaan. “Kalau kami tidak optimistis, kami tidak akan melanjutkan pengembangan. Memang ada penurunan daya beli, tapi kami yakin properti tetap dibutuhkan. Skema kami yang fleksibel dan syar’i membuat konsumen punya pilihan,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Resmi Mengantongi SK 100 Persen, 180 PNS PPU Diminta Pangkas Celah Inefisiensi

Resmi Mengantongi SK 100 Persen, 180 PNS PPU Diminta Pangkas Celah Inefisiensi

Sebanyak 180 PNS baru PPU resmi bertugas. Fokus perkuat tenaga teknis dan nakes, Pemkab PPU dorong inovasi dan efisiensi pelayanan publik.

BPS Kaltim Tegaskan Data Sensus Ekonomi 2026 Tak Digunakan untuk Pajak

BPS Kaltim Tegaskan Data Sensus Ekonomi 2026 Tak Digunakan untuk Pajak

BPS Kaltim memastikan data Sensus Ekonomi 2026 tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan. Seluruh informasi responden dijamin rahasia.

Kadin Balikpapan Minta Pelaku Usaha Tak Panik Hadapi Tarif PPh Badan 22 Persen

Kadin Balikpapan Minta Pelaku Usaha Tak Panik Hadapi Tarif PPh Badan 22 Persen

Kadin Balikpapan meminta pelaku usaha tidak panik menghadapi tarif PPh Badan 22 persen. Perusahaan lama disebut masih memiliki masa transisi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer