
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tidak cukup hanya laris di daerah. Tantangan berikutnya adalah membawa produk lokal menembus pasar yang lebih luas, bahkan mancanegara. Upaya ini diwujudkan dengan gelaran Mahligai Nusantara 2026, yang digelar di Dome Balikpapan, 11–13 September.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan Robi Ariadi mengatakan, Mahligai Nusantara tahun ini dirancang sebagai ruang untuk mempertemukan pelaku usaha, kreativitas, layanan pengembangan bisnis dan akses pasar dalam satu ekosistem. “Jangan hanya jago kandang, tapi kita bisa mengglobal dan akan menjadi penopang ekonomi lokal,” kata Robi, Minggu (13/9).
Mengusung tema “Merangkai Kolaborasi, Mengakselerasi Inovasi, Menuju UMKM yang Tangguh dan Berdaya Saing”, Mahligai Nusantara 2026 melibatkan hampir 65 UMKM hasil kurasi. Robi membeber, dari jumlah tersebut, sekitar 45 UMKM bergerak di sektor makanan dan minuman. Kemudian 14 UMKM berasal dari sektor wastra, batik, tenun dan ready-to-wear, serta empat lainnya di bidang handicraft.
Baca Juga: Listrik di Kaltim Kerap Biarpet, DPRD Desak PLN Buka Data Kondisi Pembangkit dan Cadangan Daya
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa ekonomi kreatif yang dibawa dalam Mahligai Nusantara tidak bertumpu pada satu jenis usaha. Produk pangan bertemu dengan wastra, fesyen dan kriya, sementara pelaku usaha mendapatkan akses terhadap berbagai layanan pendukung.
Robi menyebut Mahligai Nusantara sebagai sebuah ekosistem tempat pelaku usaha dapat belajar dan berkolaborasi. “Mahligai Nusantara buat kami adalah ekosistem. Kita saling belajar bersama, kita saling berkolaborasi, kita berinovasi bersama,” ujarnya.
Karena itu, area kegiatan tidak hanya dipenuhi stan penjualan. Sejumlah layanan turut dihadirkan untuk menjawab persoalan yang sering menjadi penghambat UMKM ketika ingin berkembang, mulai dari perizinan, kemasan, merek, sertifikasi hingga akses pasar.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena persoalan UMKM tidak berhenti pada kemampuan memproduksi barang. Produk yang bagus tetap membutuhkan kemasan yang tepat, legalitas, identitas merek, strategi pemasaran, akses pembiayaan serta saluran distribusi yang lebih luas.
Baca Juga: Antrean BBM hingga Listrik yang Sering Padam di Kaltim Dikecam, Fraksi PKS Desak DPRD Turun Tangan
Digitalisasi juga menjadi salah satu pintu yang dibuka. Pada hari pertama, pelaku UMKM mengikuti workshop Digital Scale Up yang membahas social commerce, marketplace, content marketing, live commerce serta pemanfaatan artificial intelligence (AI). Talkshow inovasi pembayaran turut memperkenalkan perkembangan QRIS TAP, KKI dan QRIS Cross Border sebagai bagian dari perluasan ekosistem transaksi digital.
Menurut Robi, penguatan UMKM juga harus mencakup generasi muda. Karena itu, Mahligai Nusantara turut menghadirkan Akademi Kreatif Muda Nusantara (AKMN) 2026 dengan berbagai kegiatan yang memberi ruang bagi talenta muda, termasuk fashion show dan kompetisi tari kreasi Nusantara.
Robi mencontohkan salah satu karya generasi muda Balikpapan yang menurutnya layak mendapat apresiasi. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan perhatian kepada para pelajar yang mengikuti ajang fashion show.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




