Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perbankan Diminta Turunkan Bunga KPR Nonsubsidi

Nugroho Pandu Cahyo • Selasa, 5 Maret 2024 | 13:15 WIB
DINANTI: Perbankan diminta menurunkan bunga kredit pemilikan rumah nonsubsidi untuk mengerek kinerja industri properti.
DINANTI: Perbankan diminta menurunkan bunga kredit pemilikan rumah nonsubsidi untuk mengerek kinerja industri properti.

JAKARTA – Perbankan diminta untuk menurunkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) nonsubsidi. Permintaan ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat menghadiri acara btn Anniversary Festival 2024 dalam rangka HUT ke-74 BTN dan launching logo baru di Indonesia Arena GBK, Jakarta, Minggu (3/3).

"Saya mengharapkan betul BTN dan bank-bank lain juga kalau bisa ke depan, bunga KPR nonsubsidi harus bisa diturunkan. Karena kalau tidak bisa diturunkan, omong kosong itu perubahan logo," kata Basuki. "Setuju nggak? Itu ada dewan komisaris di sana jadi didengerin. Jadi, ada branding, tidak hanya perubahan logo agar berdampak. Kami di birokrasi kan birokrasi berdampak," imbuhnya.

Lebih lanjut, Basuki membeberkan logo baru bank pelat merah ini memiliki beberapa perubahan. Mulai dari tulisannya yang diubah menjadi huruf kecil, dari sebelumnya huruf kapital semua. Selain itu, terdapat garis merah pendek yang berada di atas tulisan BTN.  Dia menilai, perubahan itu bisa mendorong bank yang identik dengan perkreditan perumahan bisa lebih efisien dan lebih berdampak kepada masyarakat.

"Jadi, saya benar-benar ingin BTN memiliki sikap efisien. Huruf besar jadi kecil semua itu berarti memasyarakat. Ini bank rumah memasyarakat," beber Basuki.

Terpisah, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, makna dari logo baru ini adalah bagian dari refleksi transformasi yang kita lakukan lima tahun terakhir di BTN. Di antaranya di ranah digital bisnis proses, kultur, dan lain sebagainya.

Logo baru yang dirilis merupakan simbol keberhasilan dan komitmen perseroan dalam melanjutkan transformasi menjadi bank yang lebih modern, dan adaptif dalam menghadapi digitalisasi. "Langkah rebranding ini sejalan dengan transformasi perusahaan untuk menjadi The Best Mortgage Bank in South East Asia pada 2025," jelasnya.

Dengan logo baru di usianya yang ke-74, BTN unjuk gigi sebagai one stop financial solution bagi masyarakat untuk bertransaksi tidak hanya dalam hal pembiayaan perumahan tapi juga beyond mortgage. "Logo baru BTN memiliki font atau bentuk tulisan yang menyimbolkan optimisme, dengan rancangan konstruksi yang berani dan dinamis untuk menggambarkan Bank BTN yang modern dan relevan dengan perkembangan zaman," terang Nixon.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan merger atau penggabungan unit usaha syariah PT BTN dan Bank Muamalat rampung tahun ini. "Kan tahun ini kita mau merger Bank Muamalat dan BTN Syariah. Itu yang akan kita coba dorong tahun ini," ujarnya.

Nixon mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan reviu dan pendalaman mengenai rencana aksi korporasi tersebut. Nixon mengatakan diperkirakan merger unit usaha syariah Bank PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN ini dapat terlaksana pada April 2024. “Lagi due diligence. April (perkiraan aksi korporasi),” tutur Nixon.

Nixon memastikan bahwa unit usaha syariah (UUS) perseroan, setelah melalui aksi spin-off akan menjadi Bank Umum Syariah (BUS) dengan aset terbesar kedua di Indonesia. Pernyataan ini menciptakan nuansa optimisme terkait peran strategis BUS dalam menggerakkan sektor keuangan syariah di Tanah Air. Saat ini BTN tengah mengajukan letter of interest (LOI) kepada dua bank syariah di Indonesia untuk dilibatkan dalam proses akuisisi.

Meskipun rincian mengenai nama dan nilai asetnya belum diumumkan, tetapi target yang ditetapkan adalah menyelesaikan proses akuisisi pada semester II 2024. "Hal ini mencerminkan kehati-hatian dan langkah yang penuh ketelitian dalam melibatkan pihak-pihak terkait," ujarnya. (ndu/k15)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo