Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Guru SD di Sepaku Dituntut Cermat Gunakan AI

Nugroho Pandu Cahyo • Kamis, 16 Mei 2024 | 13:45 WIB
PELAJARAN: Tim pengabdian pada masyarakat ITB mengingatkan guru SD di Sepaku tentang pentingnya etika dalam penggunaan artificial intelligence.
PELAJARAN: Tim pengabdian pada masyarakat ITB mengingatkan guru SD di Sepaku tentang pentingnya etika dalam penggunaan artificial intelligence.

SEPAKU – Kemampuan guru SD di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) tampaknya bakal meningkat signifikan. Terutama dalam penggunaan teknologi dalam mengajar. Sebab, ada sekitar 60 guru yang mendapatkan ilmu baru dari Tim Pengabdian pada Masyarakat Kelompok Keahlian Ilmu-Ilmu Kemanusiaan (KKIK) Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Para peserta kegiatan tersebut diperkenalkan dan mempraktikkan langsung penggunaan ChatGPT, Microsoft, dan Gemini. Disampaikan oleh Sutiadi Rahmansyah, ketiga platform tersebut diharapkan dapat membantu memberikan kemudahan kepada para guru dalam membuat perangkat pembelajaran, mencari ide-ide mengenai metode pembelajaran dan lain-lain.

“Penggunaan ChatGPT ini perlu diantisipasi dan dipahami dalam dunia pendidikan. Guru dan siswa tentu harus mampu menggunakannya agar menjadi maslahat bukan sarana tipu muslihat. Sehingga, dalam penggunaannya diperlukan etika,” ujarnya di sela-sela kegiatan yang berlangsung di SMP 2 PPU, Rabu (15/5).

Ketua Tim dari kegiatan ini Ade Engkus Kusnadi mengatakan, guru sebagai pendidik harus adaptif dengan perkembangan teknologi yang ada. Kehadiran teknologi dalam dunia pendidikan melahirkan manfaat dan tantangan. “Hal yang harus diingat bahwa teknologi itu hanya alat, perlu sentuhan nilai-nilai dalam penggunaannya. Jangan sampai teknologi menjadi kehilangan manfaat ketika dikembangkan dan dipergunakan tanpa landasan nilai-nilai atau etika yang baik,” sambung Ade.

Teknologi berkembang dengan begitu cepat, manusia terus beradaptasi dengan segala kemajuan. Para guru di Sepaku ini sangat antusias dan bersemangat dalam mempelajari penggunaan AI sekaligus etikanya. “Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para guru menyadari betul bahwa secanggih apapun teknologi yang ada termasuk AI, sejatinya tetaplah membutuhkan manusia yang paham tentang etika penggunaannya,” imbuh Valtya, sebagai asisten kegiatan dari Fakultas SITH-R.

Menurutnya, artificial intelligence hanya sebuah algoritma yang mempelajari perintah-perintah sebelumnya. Maka dari itu, perlu bijak dalam menggunakannya. Salah seorang guru dari SD 006 Sepaku Ali Pohan menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh tim dari ITB. “Program pengabdian masyarakat oleh ITB untuk guru SD di Sepaku sangat bermanfaat bagi kami dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah. Semoga kegiatan yang sama dilanjutkan lagi,” harap Ali.

Hal senada disampaikan peserta lain, Rina Suradi yang merupakan guru SD 003 Sepaku. “Ada ilmu baru yang didapat mengenai cara penggunaan AI, dan guru menjadi lebih peduli untuk melakukan cross-check atas informasi data yang didapat dari AI,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga PPU Andi Singkerru dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada tim ITB yang memberikan pemahaman kepada guru-guru SD di Sepaku. Diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di IKN. Andi sangat sepakat dengan tema kegiatan yang dilakukan oleh tim PPM KKIK. Etika menjadi hal yang sangat penting dalam pemanfaatan teknologi.

Analis Kebijakan dari Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Panggih Raharjo yang mewakili Direktur Pelayanan Dasar OIKN Suwito juga berterima kasih kepada ITB yang sudah menjalin kemitraan dan berkontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di IKN. “Kami berharap, kemitraan antara ITB dengan OIKN senantiasa terjalin dalam wujud beragam kegiatan yang memberikan kemanfaatan luas bagi masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan,” kata Panggih.

ITB adalah salah satu perguruan di Indonesia selalu mencoba untuk memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia melalui teknologi dan pemberdayaan masyarakat. (ndu/k15)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo