Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Cara Dony Pratama Raup Cuan dari Lebaran, Atur Strategi hingga Pahami Tren jadi Kunci Jangkau Pasar Fesyen

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 28 Maret 2025 | 17:13 WIB

 

REZEKI: Pembeli pakaiannya tidak hanya dari dalam Samarinda atau Kaltim, tapi juga luar pulau. Menurut Dony, rezeki sudah diatur Allah.
REZEKI: Pembeli pakaiannya tidak hanya dari dalam Samarinda atau Kaltim, tapi juga luar pulau. Menurut Dony, rezeki sudah diatur Allah.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Memang dasarnya hobi dagang, Dony terus melihat berbagai peluang. Dari yang semula jualan online, bawa barang pasarkan door to door, hingga miliki butik. Pasarnya pun menjangkau pembeli nasional.

Bermula dari hobi berjualan melalui Instagram, Dony kini sukses mengembangkan bisnis fesyennya hingga menembus pasar nasional. Dengan produk andalan berupa pakaian wanita terkini hingga impor, usahanya yang dia beri nama DWN Official berhasil mencuri perhatian khususnya di wilayah Kalimantan dan sekitarnya.

"Awalnya, aku hanya berjualan melalui Instagram. Pertama itu piyama sama hijab. Alhamdulillah punya followers yang lumayan banyak, karena emang dikenal sebagai master of ceremony (MC). Bahkan dulu pas awal, aku sering bawa barang dagangan di mobil dan menjualnya secara langsung. Misal aku ke salon, aku bawa turun daganganku, aku tawarin, di situ mulai ramai," paparnya.

Perjalanan bisnis Dony tidaklah instan. Setelah setahun berjualan online, dia memberanikan diri untuk membuka booth di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda pada 2022. Respons pasar ternyata sangat positif, sehingga dia memutuskan untuk membuka offline store awal 2025 kemarin.

"Semua butuh waktu. Aku juga suka bikin konten-konten, nah di situ perlahan naik (usahanya). Pas Lebaran 2023 masih belum tahu pasarnya, jadi pelan-pelan. Oh ternyata alhamdulillah banget, modalku sudah kembali. Jadi mulai ikuti tren, apa yang ramai. Aku juga terjun langsung ke pasar, ke Jakarta cari-cari referensi, bahkan untuk impor aku juga ke Bangkok," lanjut dia.

Momen Lebaran 2023 menjadi titik balik baginya. Antusiasme masyarakat terhadap produk DWN Official terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan, pada Lebaran tahun ini, omzet penjualan dikatakannya cukup baik.

Animo pembeli juga terlihat dari tiga kali Dony restock barang. Padahal tahun lalu, hanya satu kali pengiriman. Tahun ini, dia sudah menemukan celah dalam berbisnis fesyen. Selain tentu harus mengikuti tren atau selera pasar, penting juga untuk mengatur strategi penjualan.

Diakui jika tren masyarakat membeli baju baru dimulai sejak pertengahan puasa. Dan kondisi saat ini yang tinggal menghitung hari untuk Lebaran, biasanya penjualan mulai turun.

"Orang sudah sibuk bersih-bersih rumah, bikin kue, persiapan masak. Jadi yang aku pelajari, posting model baju itu harus dari awal puasa. Jangan tunggu minggu kedua. Supaya orang sudah beli duluan. Sudah diincar bajunya supaya enggak kehabisan," jelas Dony.

Itu mengapa, dirinya bisa tiga kali pengiriman. Butik yang baru dia buka juga bagian dari persiapan sambut momen Lebaran. Sehingga pembeli bisa lebih puas berbelanja dengan nyaman. Tidak hanya dari dalam kota, pelanggan juga dari berbagai daerah di Kaltim. Bahkan di Pulau Jawa.

"Ada pembeli dari Bogor, mereka kok bisa beli di aku. Padahal kan aku ambil barang di Jakarta. Ya itulah namanya juga rezeki," ungkap pria kelahiran 1995 itu.

Ke depannya, dia berencana untuk menambah toko offline di kota lain. "Untuk itu insyaallah sudah dipikirkan. Sampai sekarang sih alhamdulillah sudah ada beberapa yang pengin jadi reseller. Tapi barangku sendiri kan enggak banyak, cuma kalau dia pembelian banyak misal ambil beberapa seri untuk dijual lagi, aku kasih potongan harga," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pakaian #jualan online #lebaran #cuan