Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kunjungan Wisman ke Kaltim Naik 129,66 Persen, Turis Brunei Mendominasi

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 11 Maret 2026 | 16:10 WIB

ASIA: Pasar wisata Kaltim masih bergantung pada wisatawan dari kawasan Asia Tenggara. Kedekatan geografis serta hubungan ekonomi dan sosial antarnegara jadi beberapa faktor.
ASIA: Pasar wisata Kaltim masih bergantung pada wisatawan dari kawasan Asia Tenggara. Kedekatan geografis serta hubungan ekonomi dan sosial antarnegara jadi beberapa faktor.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalimantan Timur menunjukkan tren positif pada awal tahun ini. “Jika dibandingkan Januari tahun lalu, jumlah kunjungan wisman meningkat 129,66 persen, dari 381 kunjungan menjadi 875 kunjungan pada Januari 2026,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.

Meski demikian, secara bulanan jumlah wisatawan asing yang masuk ke Kaltim mengalami penurunan. Dibandingkan Desember 2025, jumlah kunjungan wisman pada Januari 2026 turun cukup tajam. “Secara month to month (mtm), jumlah kunjungan wisman mengalami penurunan 39,86 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” jelasnya.

Mas’ud menambahkan, lonjakan kunjungan wisman pada Januari 2026 jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya terjadi pada sejumlah kelompok kebangsaan. Kenaikan paling tinggi berasal dari wisatawan negara-negara ASEAN.

“Kelompok kebangsaan ASEAN mengalami peningkatan tertinggi 165,12 persen. Disusul wisman asal Eropa dan Amerika yang masing-masing naik 116,67 persen,” terangnya. Selain itu, wisatawan dari Asia di luar kawasan ASEAN juga mengalami kenaikan meski relatif kecil, yakni 1,69 persen. Sementara itu, kunjungan wisatawan dari kawasan Oseania justru mengalami penurunan tipis 5,88 persen secara tahunan.

Dilihat dari sisi kebangsaan, wisatawan asal Brunei Darussalam menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Kaltim pada Januari 2026. Jumlahnya mencapai 455 orang atau sekitar 52 persen dari total kunjungan.

Di posisi berikutnya terdapat wisatawan asal Malaysia sebanyak 178 kunjungan atau sekitar 20,34 persen. Selanjutnya disusul wisatawan asal Singapura sebanyak 46 orang atau 5,26 persen.

Selain itu, wisatawan asal Tiongkok tercatat sebanyak 28 kunjungan atau 3,20 persen. Sementara wisatawan berkebangsaan India mencapai 17 kunjungan atau sekitar 1,94 persen.

Jika dilihat berdasarkan kelompok kawasan, mayoritas wisman yang datang ke Kaltim berasal dari negara-negara ASEAN. Kontribusinya mencapai 85,14 persen dari total kunjungan pada Januari 2026.

Setelah ASEAN, kelompok wisatawan terbanyak berikutnya berasal dari Asia di luar ASEAN dengan kontribusi 6,86 persen. Kemudian diikuti oleh wisatawan dari Oseania sebesar 1,83 persen dan Amerika sebesar 1,48 persen. “Pada periode Januari 2026 tidak tercatat kunjungan wisman yang berasal dari kawasan Timur Tengah maupun Eropa,” ungkap Mas’ud.

Data tersebut menunjukkan bahwa pasar wisata Kaltim masih sangat bergantung pada wisatawan dari kawasan Asia Tenggara. Kedekatan geografis serta hubungan ekonomi dan sosial antarnegara di kawasan tersebut dinilai menjadi faktor utama tingginya mobilitas wisatawan ke Bumi Etam. (*)

Editor : Ismet Rifani
#BPS KALTIM #Wisman Naik #Masud Rifai