Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Investasi Kaltim Melambat di Akhir 2025, PMDN dan PMA Sama-sama Tertekan

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 18 Maret 2026 | 17:16 WIB

INVESTASI: Sejumlah proyek besar yang telah memasuki tahap akhir membuat kebutuhan investasi baru cenderung menurun. (ANGGI/KP)
INVESTASI: Sejumlah proyek besar yang telah memasuki tahap akhir membuat kebutuhan investasi baru cenderung menurun. (ANGGI/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja investasi di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan perlambatan pada triwulan IV 2025. Terlihat dari melemahnya pertumbuhan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) seiring turunnya realisasi investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan menyampaikan, komponen PMTB pada triwulan IV 2025 tumbuh 1,25 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 2,54 persen (yoy).

Menurut Jajang, perlambatan investasi dipengaruhi oleh penurunan pada penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang sebelumnya sempat tumbuh tinggi. “Termoderasinya kinerja investasi di Kaltim didorong oleh penurunan investasi domestik (PMDN) yang terkontraksi 8,45 persen (yoy),” jelasnya.

Dia menambahkan, perubahan tersebut juga berkaitan dengan dinamika sektor konstruksi yang mengalami perlambatan. Sejumlah proyek besar yang telah memasuki tahap akhir membuat kebutuhan investasi baru cenderung menurun.

Sementara itu, investasi asing atau Penanaman Modal Asing (PMA) juga masih berada dalam zona kontraksi pada triwulan IV 2025. Meski demikian, tekanan yang terjadi tidak sedalam periode sebelumnya. “Investasi asing (PMA) terkontraksi 46,60 persen (yoy), atau membaik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 60,72 persen (yoy),” ungkapnya.

Secara keseluruhan, perlambatan investasi di Kaltim pada akhir 2025 mencerminkan fase penyesuaian setelah periode ekspansi besar pada tahun sebelumnya. Penurunan pada proyek-proyek strategis serta normalisasi aktivitas konstruksi menjadi faktor utama yang menahan laju pertumbuhan investasi di daerah. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Investasi di Kaltim #Jajang Hermawan #BI Kaltim