Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tenaga Kerja Kaltim Didominasi Lulusan SMA, Pekerja Penuh Waktu Capai 79 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 26 Maret 2026 | 17:14 WIB

LULUSAN: Pendidikan menengah dominasi penduduk bekerja, dengan rincian lulusan SMA 30,57 persen dan SMK 15,20 persen.
LULUSAN: Pendidikan menengah dominasi penduduk bekerja, dengan rincian lulusan SMA 30,57 persen dan SMK 15,20 persen.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Struktur tenaga kerja di Kalimantan Timur semakin menunjukkan pergeseran ke arah pendidikan yang lebih tinggi.

Di sisi lain, mayoritas pekerja juga tercatat bekerja dengan jam kerja penuh. Tingkat pendidikan menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kualitas tenaga kerja di daerah.

“Tingkat pendidikan dapat mencerminkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja,” beber Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.

Pada November 2025, komposisi penduduk bekerja masih didominasi lulusan pendidikan menengah 45,76 persen. Rinciannya, lulusan SMA mencapai 30,57 persen dan SMK sebesar 15,20 persen.Baca Juga: Targetkan DED di 2026, DPRD Balikpapan Dorong Pembangunan Ulang Pasar Sepinggan

Sementara itu, pekerja dengan pendidikan SD ke bawah tercatat 21,43 persen. Lulusan universitas 15,65 persen, SMP 13,83 persen, dan diploma I/II/III yakni 3,32 persen.

Jika dibandingkan Agustus 2025, terjadi perubahan komposisi. Lulusan universitas mulai menggeser posisi lulusan SMK. Proporsi tenaga kerja berpendidikan universitas meningkat 0,74 persen poin, sedangkan lulusan SMK turun 2,05 persen poin.

Penurunan juga terjadi pada kelompok pendidikan rendah, baik SD ke bawah maupun SMP. Hal tersebut menunjukkan kecenderungan meningkatnya dominasi tenaga kerja dengan pendidikan menengah dan tinggi di Kaltim.

Selain pendidikan, distribusi tenaga kerja juga terlihat dari sisi jam kerja. Mayoritas penduduk bekerja tergolong pekerja penuh waktu, yakni mereka yang bekerja minimal 35 jam per minggu.

Pada November 2025, jumlah pekerja penuh waktu mencapai 1.574.167 orang atau 79,85 persen. Sementara pekerja tidak penuh tercatat sebanyak 397.207 orang atau 20,15 persen.

Kelompok pekerja tidak penuh terdiri dari setengah penganggur yaitu 4,33 persen dan pekerja paruh waktu 15,82 persen. Menggambarkan bahwa sebagian besar tenaga kerja di Kaltim telah terserap dalam pekerjaan dengan jam kerja optimal, meskipun masih terdapat porsi pekerja yang belum bekerja secara maksimal. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pekerja di kaltim #tenaga kerja #lulusan sma #Pendidikan Menengah #lulusan smk