Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rekor Lazio Sempurna, Gattuso: Jangan Bermimpi Dulu!

Ery Supriyadi
Penulis: Ery Supriyadi❯
Pelatih Lazio Gennaro Gattuso merayakan kemenangan timnya atas Parma dalam laga Serie A di Stadio Olimpico, Roma, Minggu (25/10).
Pelatih Lazio Gennaro Gattuso merayakan kemenangan timnya atas Parma dalam laga Serie A di Stadio Olimpico, Roma, Minggu (25/10).

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, ROMA - Pelatih Lazio Gennaro Gattuso meminta skuadnya tetap membumi kendati baru saja mencatatkan rekor awal musim terbaik sepanjang sejarah klub di Serie A. Lazio belum tersentuh kekalahan dari delapan laga perdana dengan koleksi tujuh kemenangan dan satu hasil imbang.

Kemenangan 2-1 atas Parma di Stadio Olimpico pada Minggu (25/10) dini hari Wita bahkan sempat membawa tim berjuluk I Biancocelesti tersebut ke puncak klasemen sementara. Hasil manis ini melengkapi kemenangan telak 3-0 atas Juventus di Turin pada pekan sebelumnya.

Advertisement

Kendati melaju impresif, Gattuso menegaskan fokus timnya sama sekali belum menyentuh perburuan scudetto. Target terdekat timnya adalah mengamankan batas aman degradasi secepat mungkin sebelum bermimpi lebih jauh.

"Kami tidak melihat klasemen. Kami belum pantas berada di posisi-posisi itu," tegas Gattuso kepada DAZN usai pertandingan.

Advertisement

Mantan gelandang timnas Italia ini meminta pasukannya langsung mengalihkan konsentrasi ke laga kontra Sassuolo. Baginya, persaingan liga masih sangat panjang dan penuh risiko terpeleset.

"Kami memikirkan Sassuolo. Setelah mencapai 40 poin, barulah kami bisa bermain lebih lepas. Sekarang kami masih berada di medan pertempuran," tutur Gattuso.

Sikap waspada sang allenatore dilatari performa anak asuhnya yang sempat tersendat saat menjamu Parma. Lazio dinilai bermain lambat dan ceroboh mengawal lini pertahanan sepanjang babak pertama.

"Pada babak pertama, kami bermain terlalu lambat. Dalam dua atau tiga situasi antisipasi, kami benar-benar melakukan kesalahan bodoh," ungkapnya secara lugas.

Kebuntuan Lazio baru terpecahkan selepas jeda lewat gol Kenneth Taylor pada menit ke-50. Keunggulan tuan rumah bertambah delapan menit kemudian akibat gol bunuh diri Diego Carlos, sebelum Parma memperkecil ketertinggalan di masa injury time.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Juventus vs Napoli: Spalletti Puji Determinasi Skuadnya

Juventus vs Napoli: Spalletti Puji Determinasi Skuadnya

Pelatih Juventus Luciano Spalletti puji mentalitas pemain usai laga kontra Napoli. Simak analisis performa tim di pekan ke-10 Serie A.

Kapan Vincent Kompany Kembali Latih Bayern? Ini Jawaban Klub

Kapan Vincent Kompany Kembali Latih Bayern? Ini Jawaban Klub

Vincent Kompany sudah keluar dari RS namun belum diizinkan melatih Bayern Munchen. Berikut kondisi terkini dan penggantinya.

Kalah Telak, Sinyal Bahaya AC Milan Jelang Laga Derby

Kalah Telak, Sinyal Bahaya AC Milan Jelang Laga Derby

AC Milan dan Juventus tumbang di giornata 9 Serie A. Pertahanan rapuh jadi sorotan usai kekalahan dari Bologna dan Genoa. Simak ulasannya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer