
KALTIMPOST.ID, ROMA - Pelatih Lazio Gennaro Gattuso meminta skuadnya tetap membumi kendati baru saja mencatatkan rekor awal musim terbaik sepanjang sejarah klub di Serie A. Lazio belum tersentuh kekalahan dari delapan laga perdana dengan koleksi tujuh kemenangan dan satu hasil imbang.
Kemenangan 2-1 atas Parma di Stadio Olimpico pada Minggu (25/10) dini hari Wita bahkan sempat membawa tim berjuluk I Biancocelesti tersebut ke puncak klasemen sementara. Hasil manis ini melengkapi kemenangan telak 3-0 atas Juventus di Turin pada pekan sebelumnya.
Kendati melaju impresif, Gattuso menegaskan fokus timnya sama sekali belum menyentuh perburuan scudetto. Target terdekat timnya adalah mengamankan batas aman degradasi secepat mungkin sebelum bermimpi lebih jauh.
"Kami tidak melihat klasemen. Kami belum pantas berada di posisi-posisi itu," tegas Gattuso kepada DAZN usai pertandingan.
Mantan gelandang timnas Italia ini meminta pasukannya langsung mengalihkan konsentrasi ke laga kontra Sassuolo. Baginya, persaingan liga masih sangat panjang dan penuh risiko terpeleset.
"Kami memikirkan Sassuolo. Setelah mencapai 40 poin, barulah kami bisa bermain lebih lepas. Sekarang kami masih berada di medan pertempuran," tutur Gattuso.
Sikap waspada sang allenatore dilatari performa anak asuhnya yang sempat tersendat saat menjamu Parma. Lazio dinilai bermain lambat dan ceroboh mengawal lini pertahanan sepanjang babak pertama.
"Pada babak pertama, kami bermain terlalu lambat. Dalam dua atau tiga situasi antisipasi, kami benar-benar melakukan kesalahan bodoh," ungkapnya secara lugas.
Kebuntuan Lazio baru terpecahkan selepas jeda lewat gol Kenneth Taylor pada menit ke-50. Keunggulan tuan rumah bertambah delapan menit kemudian akibat gol bunuh diri Diego Carlos, sebelum Parma memperkecil ketertinggalan di masa injury time.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





