Melalui pernyataan resmi klub, manajemen menyebut perubahan di kursi pelatih dianggap perlu menyusul hasil dan performa tim yang tak kunjung membaik.
Frank yang ditunjuk pada Juni 2025 sejatinya sempat diberi kesempatan membangun skuad, namun rentetan hasil negatif membuat dewan klub mengambil langkah tegas.
Sepanjang menangani The Lilywhites, pelatih asal Denmark berusia 52 tahun itu mencatat 13 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 15 kekalahan dari total 38 laga di semua kompetisi. Di Liga Inggris, performa Spurs bahkan lebih mengkhawatirkan.
Tottenham tak meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir. Tiga poin terakhir didapat saat menundukkan Crystal Palace 1-0 pada 28 Desember 2025. Setelah itu, laju tim terus tersendat hingga terperosok ke peringkat 16 klasemen sementara.
Dari 26 laga liga, Spurs baru mengoleksi 29 poin, hanya terpaut lima angka dari zona degradasi. Statistik mencatat rata-rata poin Frank hanya 1,12 per pertandingan—menjadi salah satu yang terendah dalam sejarah manajer Tottenham yang memimpin lebih dari lima laga liga.
Frank pun masuk dalam daftar panjang pelatih yang kehilangan jabatan di Premier League musim 2025/2026. Persaingan ketat dan tekanan hasil membuat kursi manajer kembali menjadi korban dinamika keras kompetisi kasta tertinggi Inggris tersebut.
Editor : Uways Alqadrie