Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penguatan Sistem Hidran Pesisir Bontang Masih Terkendala Jaringan Pipa

A
Penulis: Adhiel kundhara❯

 

MUSIBAH: Disdamkartan Bontang dalam mempercepat penanganan kebakaran di wilayah pesisir memerlukan sistem hidran yang memadai. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
MUSIBAH: Disdamkartan Bontang dalam mempercepat penanganan kebakaran di wilayah pesisir memerlukan sistem hidran yang memadai. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG- Upaya penguatan sistem hidran pemadam kebakaran di wilayah pesisir Bontang, khususnya Bontang Kuala, masih menghadapi sejumlah kendala. Hingga saat ini, kawasan tersebut belum memiliki jaringan hidran khusus yang terintegrasi dengan sistem pemadam kebakaran kota.


Advertisement

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang Amiluddin mengatakan, keterbatasan infrastruktur perpipaan menjadi faktor utama belum terbangunnya sistem hidran permanen di kawasan pesisir.

“Bontang Kuala memang belum memiliki hidran khusus. Untuk membangun jaringan hidran lengkap biayanya cukup besar, terutama untuk pemasangan jaringan pipa,” kata Amiluddin.

Ia menyebut pembangunan sistem hidran mandiri membutuhkan anggaran signifikan karena harus disertai jaringan pipanisasi baru. Namun, terdapat opsi lebih hemat melalui kerja sama dengan Perumda Tirta Taman (PDAM).

Advertisement

“Kalau bisa memanfaatkan jaringan PDAM, kita tinggal memasang titik hidran saja. Biayanya jauh lebih murah, bahkan tidak sampai Rp1 miliar untuk beberapa titik,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengakui implementasi sistem hidran terpadu belum optimal. Salah satu kendala adalah adanya pemasangan hidran oleh pihak tertentu yang tidak sesuai standar peralatan Disdamkartan.

“Beberapa hidran yang terpasang tidak sesuai standar kami, sehingga sulit digunakan dengan perlengkapan damkar yang ada,” tutur dia.

Advertisement

Sebagai langkah antisipasi, Disdamkartan Bontang telah menyiapkan sejumlah peralatan alternatif untuk penanganan kebakaran di wilayah pesisir. Di antaranya motor pemadam roda tiga, peralatan pemadam portabel, serta pompa air yang ditempatkan di beberapa titik.

Selain itu, personel damkar juga telah disiagakan di sejumlah pulau seperti Malahing, Selangan, dan Tihi-Tihi. Mereka dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR), pelampung, serta peralatan penunjang keselamatan.

Amiluddin menegaskan, penguatan sistem hidran di pesisir tetap menjadi rencana jangka panjang Pemkot Bontang. Namun, implementasinya harus melalui kajian teknis dan kolaborasi lintas sektor agar efisien dan sesuai standar.

“Yang terpenting saat ini bagaimana sistem perlindungan kebakaran di pesisir tetap berjalan. Sambil kita siapkan infrastruktur hidran yang terintegrasi ke depan,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tiga Hari  Lawan Api, Kadisdamkartan Minta Petugas Pulihkan Stamina

Tiga Hari  Lawan Api, Kadisdamkartan Minta Petugas Pulihkan Stamina

Tiga hari tiga malam berjibaku memadamkan kebakaran lahan di kawasan Bonles, Bontang Barat, menguras tenaga personel pemadam kebakaran.

Hujan Redakan Kebakaran di Jalan Soekarno-Hatta Bontang, Asap Masih Mengepul di Lahan 20 Hektare

Hujan Redakan Kebakaran di Jalan Soekarno-Hatta Bontang, Asap Masih Mengepul di Lahan 20 Hektare

Hujan yang turun pada Sabtu (17/10/2026) malam memberi sedikit kelegaan di tengah kebakaran lahan kawasan Jalan Soekarno-Hatta Bontang Barat

Nekat Bakar Sampah Saat Angin Kencang, Lahan HM Ardan Bontang Amblas Dihantam Api

Nekat Bakar Sampah Saat Angin Kencang, Lahan HM Ardan Bontang Amblas Dihantam Api

Pembakaran sampah liar picu kebakaran lahan di Jalan HM Ardan Bontang. Disdamkartan berhasil padamkan api & ingatkan ancaman UU Sampah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer