Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nasib Kartu Bontang Pintar: Anggaran Belum Final, Nilai Bantuan Bakal Dipangkas?

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Abdu Safa Muha.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Abdu Safa Muha.

Advertisement

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Program Kartu Bontang Pintar (KBP) masih dalam tahap penyesuaian anggaran. Meski harapan masyarakat menginginkan realisasi cepat, pemerintah daerah menegaskan prosesnya tetap harus mempertimbangkan kondisi fiskal yang ada.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Abdu Safa Muha menyampaikan bahwa saat ini program tersebut belum sepenuhnya final. Ia mengibaratkan kondisi KBP masih belum sepenuhnya jelas dari sisi besaran anggaran yang akan diberikan.

“Kalau dibilang pasti, belum. Masih dalam tahap perhitungan dan penyesuaian. Tapi yang jelas, niat baik pemerintah tidak akan berhenti,” kata Safa.

Advertisement

Menurutnya, kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota saat ini tetap berkomitmen menjalankan program tersebut. Namun, realisasinya perlu diselaraskan dengan kemampuan keuangan daerah yang tengah menghadapi tekanan fiskal.

Ia menjelaskan, secara teknis perhitungan kebutuhan anggaran sebenarnya sudah tersedia. Formula dasarnya adalah jumlah siswa yang menjadi sasaran dikalikan dengan besaran bantuan yang direncanakan.

Advertisement

“Hitungannya sebenarnya sederhana. Jumlah murid dikali besaran bantuan, itu sudah ketahuan kebutuhan totalnya,” ucapnya.

Sebagai informasi total peserta didik di Kota Bontang yakni 44.547. Rinciannya 23.042 laki-laki dan 21.505 perempuan. Angka tersebut mulai dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat. Jika dikurangi dengan jenjang atas maka hasilnya 35.861 (data mengacu dapodik).

Meski demikian, angka tersebut belum bisa langsung dieksekusi. Pemkot Bontang masih harus melakukan pembahasan lebih lanjut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dalam proses ini, ada kemungkinan terjadi penyesuaian, termasuk pengurangan nilai bantuan.

“Apakah nanti nilainya tetap atau dikurangi, itu akan dibahas di TAPD. Jadi masih fleksibel,” tutur dia. Lebih lanjut, ia menekankan peran Disdikbud saat ini adalah menyiapkan rumah anggaran terlebih dahulu. Artinya, struktur dan pos anggaran harus tersedia sebelum dana dapat disalurkan.

“Kalau rumahnya sudah ada, dalam arti pos anggarannya sudah disiapkan, maka tinggal diisi. Setelah itu baru kami lakukan verifikasi data penerima,” terangnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kabut Asap Bontang Memburuk, Sekolah Bisa Terapkan PJJ

Kabut Asap Bontang Memburuk, Sekolah Bisa Terapkan PJJ

Disdikbud Bontang menyerahkan keputusan pembelajaran jarak jauh kepada tiap sekolah dengan mempertimbangkan kondisi udara.

Dijanjikan Gaji Setara UMK Rp3,79 Juta, Guru Pengganti di Bontang Masih Terima Rp2 Juta

Dijanjikan Gaji Setara UMK Rp3,79 Juta, Guru Pengganti di Bontang Masih Terima Rp2 Juta

Guru pengganti di Bontang masih digaji Rp2 juta per bulan, meski dijanjikan upah setara UMK Rp3,79 juta.

Aturan Baru Pengantaran SD YPVDP Bontang Diprotes Wali Murid, Disdikbud Siap Turun Tangan

Aturan Baru Pengantaran SD YPVDP Bontang Diprotes Wali Murid, Disdikbud Siap Turun Tangan

Aturan baru pengantaran siswa SD YPVDP Bontang diprotes orang tua karena harus jalan jauh. Disdikbud bakal turun tangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer