Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jargas Baru Sudah Menyala, Warga Bontang Bingung Soal Tagihan

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
BARU TERPASANG: Sambungan jargas dari proyek pemasangan baru ini di beberapa titik sudah langsung beroperasional. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
BARU TERPASANG: Sambungan jargas dari proyek pemasangan baru ini di beberapa titik sudah langsung beroperasional. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

Advertisement

BONTANG- Sejumlah warga di Kota Bontang mulai menggunakan jaringan gas (jargas) rumah tangga yang baru dipasang tahun ini. Namun, muncul persoalan ketika sambungan tersebut sudah dapat mengalirkan gas meski proyek belum sepenuhnya dinyatakan selesai dan beroperasi.

Salah satunya dialami warga Gunung Elai, Budi. Ia mengaku sempat kaget ketika kompor jargas yang baru diterimanya langsung menyala setelah disambungkan dengan pipa jaringan gas.

Budi mengatakan, awalnya ia mengira sambungan tersebut belum dapat digunakan karena proyek jargas masih dalam tahap penyelesaian. Namun, ketika kompor dipasang dan sambungan dibuka, gas ternyata sudah mengalir.

Advertisement

“Begitu disambungkan, ternyata langsung menyala. Karena sudah bisa digunakan, ya dipakai saja,” kata Budi, Rabu (9/9/2026).

Persoalan kemudian muncul ketika warga mulai mempertanyakan mekanisme pembayaran gas yang telah digunakan. Budi mengaku sempat menanyakan hal tersebut kepada petugas ketika mendatangi rumah tetangganya.

Namun, informasi yang diterima warga, meteran pada sambungan baru tersebut belum menunjukkan adanya pemakaian yang harus dibayarkan. Kondisi ini membuat warga bingung, terutama karena gas secara fisik sudah dapat digunakan.

Advertisement

“Meterannya belum berputar. Katanya memang belum beroperasional. Tetapi karena sudah menyala, ya dipakai saja,” ucapnya.

Informasi yang dihimpun Kaltim Post, persoalan penggunaan gas pada sambungan baru ini juga telah menjadi perhatian PT Bontang Migas dan Energi (BME). Perusahaan disebut telah menyurati Pemerintah Kota Bontang terkait penggunaan volume gas pada sambungan jargas baru sebelum seluruh pekerjaan proyek rampung.

Surat tersebut berkaitan dengan mekanisme pembayaran atas volume gas yang telah digunakan masyarakat pada sambungan yang sudah aktif lebih dahulu. Sebab, secara proyek, belum seluruh sambungan jargas dinyatakan siap beroperasi.

Direktur Utama PT BME Erwin mengatakan, masyarakat yang sambungan jargasnya sudah dapat digunakan pada prinsipnya tetap memiliki kewajiban membayar sesuai volume pemakaian.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Diskes Kaltim Siagakan 3.000 Nakes Hadapi Lonjakan ISPA

Diskes Kaltim Siagakan 3.000 Nakes Hadapi Lonjakan ISPA

Diskes Kaltim, menyiagakan sekitar 3.000 tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus ISPA.

Kritik Pemerintah Dibalas Penghargaan, Cara Tak Biasa Desa Swarga Bara di Kutim Apresiasi Aktivis

Kritik Pemerintah Dibalas Penghargaan, Cara Tak Biasa Desa Swarga Bara di Kutim Apresiasi Aktivis

Pemerintah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim), memberikan penghargaan kepada aktivis yang kritis.

Generasi Sehat Berdaya Saing, Jarwasnaba Balikpapan Barat Tampil di Ajang Provinsi

Generasi Sehat Berdaya Saing, Jarwasnaba Balikpapan Barat Tampil di Ajang Provinsi

Jaringan Remaja Waspada Narkoba (Jarwasnaba) Kecamatan Balikpapan Barat mengikuti lomba tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer