Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RAPBD Bontang 2027 Masuk Mode Hemat, Neni Pangkas Seremonial hingga Perjalanan Dinas

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
BACAKAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan nota keuangan atas Raperda APBD 2027 melalui sidang paripurna. ADIEL KUNDHARA/KP
BACAKAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan nota keuangan atas Raperda APBD 2027 melalui sidang paripurna. ADIEL KUNDHARA/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Tahun anggaran 2027 bakal menjadi tahun penuh perhitungan bagi organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bontang. Ketika ruang fiskal menyempit, belanja yang dianggap tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik mulai dipangkas.

Wali Kota Bontang Neni Moernaeni menegaskan efisiensi tidak lagi bisa ditawar dalam penyusunan RAPBD 2027. Sejumlah pos belanja pendukung, mulai kegiatan seremonial, perjalanan dinas, rapat hingga jasa konsultansi, diminta ditekan agar anggaran lebih banyak mengalir ke kebutuhan prioritas.

Kebijakan itu disampaikan Neni dalam Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan atas Raperda APBD 2027, Sabtu (12/9/2026), di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

“Karena ruang fiskal lebih terbatas, maka belanja pendukung harus dibatasi agar anggaran yang tersedia dapat diarahkan kepada pelayanan dan prioritas utama,” kata  Neni.

Daftar belanja yang menjadi sasaran efisiensi cukup panjang. Di antaranya alat tulis kantor dan barang pakai habis, percetakan serta suvenir, sewa, kegiatan seremonial, perjalanan dinas, makanan dan minuman rapat, seminar, kajian dan analisis, jasa konsultansi, honor kegiatan, jasa profesi, pendidikan dan pelatihan, hingga bimbingan teknis.

Advertisement

Pengadaan peralatan dan mesin pendukung, lisensi aplikasi, pemeliharaan serta perawatan juga diminta disusun lebih selektif. Namun, Neni menegaskan efisiensi bukan berarti semua belanja dipukul rata. OPD tetap harus melihat kebutuhan nyata, tingkat urgensi, manfaat, serta kemampuan fiskal daerah.

Belanja yang tidak memiliki hubungan kuat dengan pelayanan atau pencapaian target kinerja dapat dikurangi, disederhanakan, atau ditunda. Neni juga mengingatkan OPD agar tidak lagi menjadikan besaran anggaran tahun sebelumnya sebagai patokan otomatis. Penyusunan kebutuhan harus mengacu pada realisasi belanja dan kebutuhan riil.

Pesan serupa berlaku pada pemeliharaan kendaraan serta bahan bakar minyak. Anggaran harus disesuaikan dengan intensitas pelayanan, bukan berdasarkan penggunaan perseorangan. Di sisi lain, kendaraan yang menjadi tulang punggung pelayanan masyarakat tetap mendapat perhatian.

Ambulans, kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan kebencanaan, kendaraan ketertiban dan pelayanan lapangan, hingga truk pengangkut sampah tetap harus didukung sesuai kebutuhan pelayanan.

Neni menyebut pola tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar APBD Bontang tetap mampu membiayai pelayanan publik di tengah kondisi fiskal yang lebih ketat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

LAPSUS: Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Wali Kota Minta Tambahan Kuota ke BPH Migas

LAPSUS: Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Wali Kota Minta Tambahan Kuota ke BPH Migas

Pasokan Pertalite Bontang naik menjadi 16 KL per SPBU dan antrean mulai terurai. Pemkot meminta tambahan kuota ke BPH Migas.

Sinergi Kubar-Bontang Diperkuat, SPIP dan Manajemen Risiko Jadi Ruang Berbagi

Sinergi Kubar-Bontang Diperkuat, SPIP dan Manajemen Risiko Jadi Ruang Berbagi

Tidak hanya hal-hal seremonial, dua daerah antara Pemkab Kubar dan Pemkot Bontang membangun sinergi demi kemajuan dan perkembangan bersama.

Rp2 Miliar Dibutuhkan, Pemkot Bontang Gandeng Perusahaan Siapkan Lahan Sekolah Rakyat

Rp2 Miliar Dibutuhkan, Pemkot Bontang Gandeng Perusahaan Siapkan Lahan Sekolah Rakyat

Pemkot Bontang menyiapkan lahan seluas 4 hektare untuk Sekolah Rakyat, sekaligus membuka pintu kolaborasi perusahaan melalui CSR.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer