
KALTIMPOST.ID, BONTANG - Gangguan pada sejumlah pembangkit listrik berdampak terhadap pasokan listrik di Kota Bontang dan sekitarnya. PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bontang Kota menjadwalkan penghentian sementara aliran listrik selama empat jam pada Selasa (20/10/2026).
Pemadaman dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 Wita. Sejumlah ruas jalan, kawasan permukiman, hingga desa di Kabupaten Kutai Timur masuk dalam daftar wilayah terdampak.
Berdasarkan pengumuman PLN ULP Bontang Kota, penghentian sementara aliran listrik dilakukan menyusul gangguan pada sejumlah pembangkit yang memengaruhi pasokan listrik di sebagian wilayah kerja perusahaan tersebut.
Manajer PLN ULP Bontang Rendra Alfian Raharjo menjelaskan, gangguan pembangkit menjadi perhatian perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.
“Penghentian sementara ini berkaitan dengan gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak terhadap pasokan listrik di wilayah kerja kami,” kata Rendra.
Wilayah yang masuk dalam jadwal pemadaman meliputi Jalan Asmawarman, Jalan Tarakan, Jalan Potingku, Jalan Pendidikan, Jalan Palembang, Jalan Durian, Jalan Taman Siswa, Jalan Damai, Jalan Simon Tampubolon, Jalan HM Ardans, Jalan Ulin, serta kawasan Kanaan.
Pemadaman juga mencakup sebagian kawasan HOP dan Jalan A Yani, Jalan Sultan Syahrir, Jalan Selat Karimata, Jalan Habibon, Jalan Selat Rote, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan WR Soepratman, Jalan Cumi-Cumi, Jalan Kenangan, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Pipa Kusnodo, serta Jalan Pupuk Raya.
Selain itu, sebagian Jalan Kapal Layar, Jalan Cipto Mangunkusumo, Perumahan Bukit Sintuk, Perumahan BSD, Perumahan BTN, dan sekitarnya turut masuk dalam daftar wilayah terdampak.
Gangguan pasokan listrik juga berdampak hingga jalur poros Bontang–Sangatta dan sejumlah desa di Kabupaten Kutai Timur. Wilayah tersebut meliputi Desa Teluk Pandan, Desa Kandolo, Desa Singkama, Desa Sangkima, serta kawasan sekitarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




