Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trotoar Bontang Kuala Direvitalisasi Jadi Beton, Ini Desainnya

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
Kawasan pesisir Bontang Kuala yang sering terendam banjir rob. Pemerintah Kota Bontang berencana merevitalisasi trotoar menjadi beton untuk antisipasi banjir pada 2027. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)
Kawasan pesisir Bontang Kuala yang sering terendam banjir rob. Pemerintah Kota Bontang berencana merevitalisasi trotoar menjadi beton untuk antisipasi banjir pada 2027. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang bersiap merombak total trotoar di Jalan Kapten Piere Tendean, Bontang Kuala. Fasilitas pejalan kaki ini akan diganti menjadi jalur beton setinggi 90 sentimeter untuk mengantisipasi banjir rob yang kerap merendam jalan utama kawasan pesisir tersebut.

Proyek penataan pedestrian ini masuk dalam daftar prioritas pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2027. Jalur pejalan kaki yang selama ini memakai material kayu ulin bakal dibongkar dan diganti konstruksi beton agar lebih kokoh serta tahan rendaman air pasang laut.

Advertisement

Kepala Dinas PUPRK Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengungkapkan, keterbatasan ruang fiskal memaksa pemerintah memilih program kerja yang paling mendesak. Dari sejumlah rancangan, revitalisasi trotoar Bontang Kuala dan pembangunan kantor Kelurahan Berbas Pantai menjadi kandidat terkuat.

"Ini belum dibagi pagunya. Dengan kondisi anggaran yang ada, prioritasnya kemungkinan dua itu saja," ujar Bowo, sapaan akrab Much Cholis Edi Prabowo.

Advertisement

Secara teknis, konstruksi baru akan dibangun pada sisi kiri jalan dengan bentang lebar mencapai tiga meter. Ketinggian trotoar dirancang mencapai 90 sentimeter agar berfungsi sebagai jalur mobilitas darurat bagi warga saat genangan rob menutupi badan aspal.

"Sebelah kiri. Tingginya sampai 90 sentimeter, lebarnya tiga meter," kata Bowo menjelaskan detail desain fasilitas publik tersebut.

Meski demikian, pengerjaan fisik belum dapat langsung dieksekusi sepihak oleh Pemkot Bontang. Mengingat Jalan Kapten Piere Tendean berstatus jalan nasional, Dinas PUPRK wajib mengantongi izin resmi dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Pematangan desain saat ini telah memasuki tahap akhir, termasuk penyesuaian fasilitas penerangan jalan umum (PJU). Pemerintah memutuskan tidak merelokasi tiang-tiang lampu yang sudah berdiri demi menghemat anggaran.

"Kalau memindahkan PJU, biayanya akan lebih banyak lagi. Jadi, tetap dipakai, tetapi desainnya disesuaikan," tutur Bowo.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

KM Egon Kembali Ramai di Pelabuhan Loktuan, Lima Kali Singgah Selama November

KM Egon Kembali Ramai di Pelabuhan Loktuan, Lima Kali Singgah Selama November

KM Egon kembali melayani rute Pelabuhan Loktuan Bontang pada November 2026. Cek jadwal lengkap keberangkatan dan rute terbaru di sini.

Listrik Masih Byarpet, PHM Bontang Siapkan Aksi Jilid II

Listrik Masih Byarpet, PHM Bontang Siapkan Aksi Jilid II

Listrik masih sering padam, PHM Bontang siapkan aksi demonstrasi jilid II di kantor PLN. Tuntut kompensasi dan solusi nyata untuk warga.

Renovasi Dapur MBG Loktuan, Delapan Sekolah dan Tiga Posyandu Terdampak

Renovasi Dapur MBG Loktuan, Delapan Sekolah dan Tiga Posyandu Terdampak

Distribusi Makan Bergizi Gratis di Loktuan, Bontang dihentikan sementara karena renovasi dapur. Cek daftar sekolah dan posyandu terdampak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer