Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

KONI Bontang Pastikan Tujuh Cabor Tak Diberangkatkan ke Porprov Kaltim

Adhiel kundhara • Kamis, 1 Januari 2026 | 15:33 WIB

E-Sport Bontang tidak mengikuti babak kualifikasi Porprov sehingga dipastikan tidak ikut dalam kejuaraan tingkat provinsi tersebut. (ADIEL KUNDHARA/KP)
E-Sport Bontang tidak mengikuti babak kualifikasi Porprov sehingga dipastikan tidak ikut dalam kejuaraan tingkat provinsi tersebut. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang memastikan tidak seluruh cabang olahraga akan diberangkatkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim di Paser, November mendatang. Dari 63 cabang olahraga yang dipertandingkan, hanya 56 cabor yang direncanakan ikut serta.

Ketua KONI Bontang Jamaludin mengatakan ada tujuh cabang olahraga yang dipastikan tidak diberangkatkan karena berbagai pertimbangan. Terutama terkait kesiapan organisasi dan pembinaan atlet.

“Prinsip kami jelas. Yang diberangkatkan adalah cabor yang siap secara administrasi, siap secara kepengurusan, siap kuota atlet, dan punya peluang meraih medali,” kata Jamaludin.

Baca Juga: Masih Ada Aktivitas Pekerja, Diskes Tegaskan Gedung Parkir RS Tipe D Bontang Sudah Rampung

Dari tujuh cabor diantaranya yakni anggar, selam, ski air, MMA, e-sport, serta beberapa cabor lain yang kepengurusannya sudah tidak aktif. Jamaludin menjelaskan sebagian besar cabor tersebut memiliki SK kepengurusan yang sudah kedaluwarsa, bahkan ada yang tidak aktif selama dua tahun terakhir.

“Anggar SK-nya sudah habis dan pembinaannya juga sudah menurun. Selam juga sudah dua tahun tidak ada pengurus aktif. E-sport sampai sekarang belum punya kepengurusan yang jelas,” ucapnya.

Selain itu, ada pula cabor yang meskipun lolos Babak Kualifikasi (BK) Poprov, tetap dievaluasi ulang kelayakannya untuk bertanding di Porprov.

Baca Juga: Jalan Koi 2 Tanjung Laut Indah Bontang Terancam Longsor Dampak Turap Sungai Rusak, Lurah Minta Perhatian Wali Kota

“Lolos BK Poprov belum tentu berangkat. Kita lihat dulu apakah mereka benar-benar siap bersaing dan punya potensi prestasi,” tutur dia.

Ia menambahkan jumlah 56 cabor tersebut masih bersifat dinamis. Tidak menutup kemungkinan jumlahnya kembali berkurang jika dalam evaluasi lanjutan ditemukan cabor yang tidak menunjukkan perkembangan signifikan.

“Kalau tidak ada perkembangan, untuk apa kita berangkatkan? Lebih baik anggarannya dialihkan ke cabor yang benar-benar siap,” tegasnya.

Baca Juga: Perangkat RT Berbas Tengah Resmi Dilantik, Pj Sekda Bontang Tekankan Peran Strategis RT

Menurutnya langkah ini diambil agar penggunaan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran. KONI Bontang ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar berkontribusi terhadap prestasi daerah.

“Anggaran Porprov yang kita ajukan sekitar Rp7 miliar. Itu harus dimanfaatkan maksimal untuk cabor yang aktif dan berprestasi,” ujarnya.

Ke depan, KONI Bontang juga akan melakukan evaluasi organisasi terhadap cabor yang tidak aktif. Bahkan, tidak menutup kemungkinan status keanggotaannya di KONI Kota Bontang dicabut.

“Nanti di rapat kerja berikutnya akan kita bahas. Kalau memang tidak aktif dan tidak ada pembinaan, ya kita relakan saja,” pungkasnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#e sport #paser #Koni Bontang #Porprov Kaltim 2026