Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kasus DBD di Tanjung Laut Meningkat, Kelurahan Gencarkan Kerja Bakti dan Pembersihan Lingkungan

Adhiel kundhara • Jumat, 6 Februari 2026 | 19:15 WIB

JADWALKAN: Kelurahan Tanjung Laut naikkan intensitas untuk kerja bakti lingkungan dalam mencegah kasus DBD di wilayahnya.
JADWALKAN: Kelurahan Tanjung Laut naikkan intensitas untuk kerja bakti lingkungan dalam mencegah kasus DBD di wilayahnya.
 

BONTANG - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Tanjung Laut, Kota Bontang, menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes), jumlah kasus DBD pada Januari tercatat cukup tinggi, meski laporan yang masuk ke kelurahan masih terbatas.

Lurah Tanjung Laut Susardi mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dua warga terjangkit DBD dari RT 02. Sementara data dari Dinkes menunjukkan jumlah kasus yang tercatat lebih banyak yakni enam selama 1 hingga 31 Januari.

“Kalau laporan yang masuk ke kami baru dua orang, semuanya dari RT 02. Tetapi data dari Dinkes ada enam kasus untuk bulan Januari,” kata Susardi saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).

Menindaklanjuti kasus tersebut, Kelurahan Tanjung Laut langsung mengintensifkan kegiatan kerja bakti di seluruh wilayah RT. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan lingkungan, terutama saluran air dan parit yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Kami gerakkan semua RT untuk kerja bakti rutin setiap minggu. Kami dari kelurahan juga hadir mendampingi, membersihkan parit dan lingkungan,” ucapnya,

Kerja bakti dilakukan secara bergilir di setiap RT. Kelurahan turut memfasilitasi kegiatan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK).

“Kami berkoordinasi dengan DLH dan PURK untuk membantu pembersihan. Sampah dan endapan di parit kami angkut dan dibuang ke tempat pembuangan yang sudah ditentukan,” tutur dia.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah genangan air yang menjadi tempat nyamuk bertelur. Selain itu, kelurahan juga mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing.

Susardi meminta masyarakat membuang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air, seperti botol, kaleng, dan wadah tidak terpakai. Himbauan tersebut rutin disampaikan dalam setiap kegiatan warga.

“Kami minta warga membuang barang-barang yang tidak digunakan dan bisa menampung air. Itu sudah rutin kami sampaikan. Bahkan saya sendiri sering ikut membersihkan,” terangnya.

Kelurahan juga terus berkoordinasi dengan Puskesmas terkait laporan warga yang terinfeksi DBD. Untuk langkah pengendalian, penyemprotan atau fogging dilakukan secara hati-hati dan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Hal ini berkaitan dengan program pengendalian nyamuk menggunakan metode Wolbachia yang sedang berjalan. Program tersebut memanfaatkan nyamuk yang telah dimodifikasi agar tidak menularkan virus dengue.

“Kalau fogging tidak bisa sembarangan, karena kita juga punya program Wolbachia. Jadi harus hati-hati supaya nyamuk yang sudah dilepas itu tidak ikut mati,” sebutnya.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan partisipasi masyarakat, Kelurahan Tanjung Laut berharap penyebaran DBD dapat ditekan. Susardi menegaskan bahwa kebersihan lingkungan dan kesadaran warga menjadi kunci utama pencegahan.

“Kami harap warga terus menjaga kebersihan lingkungan. Kerja bakti rutin dan pengelolaan sampah yang baik sangat penting untuk mencegah DBD,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#bontang #kasus demam berdarah dengue #Tanjung Laut #dbd