KALTIMPOST.ID, BONTANG - Arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar seluruh kepala daerah kabel listrik semrawut mulai ditindaklanjuti Pemkot Bontang. Penataan dilakukan bertahap, terutama untuk kabel listrik yang dinilai mengganggu estetika kota dan keselamatan pengguna jalan.
Instruksi tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026) lalu. Presiden menekankan pentingnya penataan kota yang rapi dan modern, termasuk menertibkan spanduk liar serta kabel listrik yang berseliweran di sepanjang jalan.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, penataan kabel listrik akan dilakukan melalui program penanaman kabel bawah tanah atau ducting secara bertahap.
“Pelan-pelan kita lakukan. Contoh awalnya ducting sudah diterapkan di pedestrian depan Rudal. Penambahan pedestrian tahun ini di Jalan Pattimura juga akan menggunakan konsep yang sama,” kata Neni.
Menurutnya, program ducting akan difokuskan pada area pinggir jalan untuk meningkatkan estetika kota sekaligus mengurangi risiko gangguan jaringan. Namun penataan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi wilayah, terutama yang tidak rawan banjir dan memiliki tingkat kepadatan rendah.
Selain pertimbangan teknis, faktor anggaran menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam menjalankan program tersebut. Penanaman kabel membutuhkan biaya besar sehingga pelaksanaannya harus direncanakan matang dan dilakukan bertahap.
Neni menyebut tiga kelurahan yang dinilai paling memungkinkan dijadikan lokasi percontohan penataan kabel listrik, yakni Kelurahan Loktuan, Berbas Tengah, dan Berbas Pantai. Wilayah tersebut dianggap memiliki kondisi yang memungkinkan untuk penerapan ducting pada tahap awal.
“Utamanya memang soal biaya. Nanti kita akan bekerja sama dengan PLN untuk menentukan wilayah yang tidak terlalu padat dan memungkinkan dilakukan penanaman kabel,” ucapnya.
Ia pun meminta Sekkot Bontang untuk melakukan perencanaan terintegrasi. Konsep ducting nantinya tidak hanya untuk kabel listrik, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh jaringan telekomunikasi dan utilitas lainnya dalam satu jalur.
“Memang harus perencanaan dulu. Dalam satu box ducting itu nanti bisa digunakan bersama, misalnya Telkom dan utilitas lain. Ke depan bisa terintegrasi dan bahkan menjadi sumber pendapatan karena pemanfaatannya bersama,” tutur dia.
Ia menambahkan, program penataan kabel secara menyeluruh kemungkinan baru dapat dimulai tahun depan setelah perencanaan matang disusun. Sementara untuk pembangunan taman dan pedestrian baru, konsep ducting akan langsung diterapkan sejak awal pembangunan.
Pemkot Bontang juga ingin menghindari persoalan klasik, yakni munculnya galian baru setelah kabel ditanam rapi. Karena itu, integrasi antarinstansi dan perusahaan utilitas akan menjadi fokus agar penataan kabel lebih efektif dan berkelanjutan.
“Kadang kabel sudah ditanam rapi, tapi muncul galian baru. Itu yang harus diintegrasikan supaya tidak terulang. Ini harus direncanakan bersama,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto