KALTIMPOST.ID, BONTANG - Keluhan datang dari para pedagang di Pasar Telihan terkait akses toilet yang kerap dikunci, terutama saat pasokan air tidak tersedia. Kondisi ini dinilai menyulitkan aktivitas pedagang, khususnya bagi mereka yang berjualan sepanjang hari.
Salah satu pedagang Pasar Telihan, Meri, mengatakan persoalan utama bukan sepenuhnya pada aliran air. Ia menyebut, air sebenarnya mengalir, namun sering kali dimatikan karena sistem buka-tutup yang dilakukan secara manual.
“Air sebenarnya lancar, cuma kadang dibuka tutup. Kalau pakai keran otomatis kan lebih mudah, tidak perlu bolak-balik hidupkan dan matikan,” kata Meri.
Menurutnya, kondisi menjadi semakin menyulitkan ketika petugas yang biasanya mengatur aliran air tidak berada di tempat. Akibatnya, air tidak mengalir dan toilet pun ikut ditutup.
Baca Juga: Sidak Pasar di Bontang, Wali Kota Neni Temukan Buah Kelapa Sumbat Saluran Toilet
“Kalau orang yang biasa buka air itu tidak datang, ya sudah, air mati lagi. Kami tidak bisa pakai kamar mandi,” ucapnya.
Ia menilai, penutupan toilet seharusnya tidak dilakukan meskipun air tidak tersedia. Pedagang, kata dia, masih bisa mengatasinya dengan membawa air sendiri, misalnya menggunakan air kemasan. “Kami bisa saja beli air sendiri untuk keperluan darurat. Yang penting WC jangan dikunci,” tutur dia.
Keluhan juga datang dari pedagang perempuan yang kesulitan jika harus mencari toilet alternatif yang jaraknya cukup jauh. Kondisi ini dinilai tidak ramah, terutama bagi ibu-ibu yang tidak memiliki kendaraan.
“Kasihan yang jauh rumahnya, apalagi yang tidak bisa naik motor. Mau ke tempat lain juga susah. Terkadang saya harus ke Terminal Bontang untuk ke toilet,” sebutnya.
Baca Juga: Sedang Santap Buka Puasa di Pelabuhan Semayang, Sopir Travel asal Samarinda Meninggal Dunia
Di Pasar Telihan sendiri, terdapat sejumlah fasilitas toilet yang tersebar di beberapa titik. Meri menyebut, total ada sekitar 12 unit toilet, baik di bagian depan, belakang, maupun lantai atas. Namun, saat kondisi tertentu, sebagian besar toilet tersebut dikunci.
Ia juga menyinggung alasan penguncian yang dikaitkan dengan kerusakan kamera pengawas (CCTV). Menurut informasi yang diterima pedagang, toilet dikunci untuk menghindari risiko kehilangan atau vandalisme karena CCTV tidak berfungsi.
“Katanya CCTV rusak, jadi takut kalau ada apa-apa tidak bisa dipantau. Tapi tetap saja, jangan sampai kami tidak bisa pakai fasilitas,” terangnya.
Para pedagang berharap pengelola pasar dapat segera mencari solusi, baik dengan memperbaiki sistem air maupun fasilitas pendukung seperti CCTV. Mereka juga mendorong agar kebijakan penguncian toilet ditinjau ulang demi kenyamanan bersama.
“Kami hanya ingin fasilitas dasar tetap bisa dipakai. Itu kebutuhan utama saat berjualan,” ungkap Meri. Sementara Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan terkait air tidak ada kendala di Pasar Telihan. Bahkan, ia langsung menghubungi Dirut Perumda Tirta Taman Suramin untuk dimintai keterangan.
“Informasi dari Perumda Tirta Taman air lancar. Kalau pun ada kasuistik, karena ada perawatan WTP tetapi setelah itu kembali normal,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo