KALTIMPOST.ID, BONTANG–Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,1 miliar untuk pengadaan solar panel yang akan dipasang di enam fasilitas kesehatan.
Program itu menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan, khususnya dalam menjamin ketersediaan listrik selama 24 jam di seluruh puskesmas.
Kepala Diskes Bontang Bahtiar Mabe menjelaskan, pemasangan panel surya tersebut akan difokuskan pada lima puskesmas dan satu klinik pegawai milik Pemkot Bontang. Satu puskesmas yang tidak masuk dalam program itu adalah Puskesmas Bontang Utara 1, yang dinilai telah memiliki kecukupan fiskal dan fasilitas kelistrikan yang memadai.
“Itu bagian dari persiapan menuju layanan puskesmas 24 jam. Kami ingin memastikan setiap puskesmas memiliki ketersediaan listrik yang stabil dan memadai,” kata Bahtiar.
Berdasarkan data yang dihimpun, paket pengadaan mencakup perangkat solar panel dengan kapasitas 9900 watt. Setiap unit memiliki daya maksimum (rate max power) sebesar 550 watt, dengan dimensi 2278 x 1134 x 35 mm dan berat 28 kilogram per unit. Selain itu, sistem tersebut juga dilengkapi inverter off-grid berkapasitas 10 kW dengan output 220 volt, serta baterai lithium berkapasitas 600 Ah.
Tak hanya perangkat utama, paket tersebut juga mencakup proses setting, instalasi, hingga commissioning. Untuk menjamin kualitas, pihak penyedia memberikan garansi selama lima tahun untuk panel surya dan dua tahun untuk baterai.
Bahtiar menegaskan, pengadaan solar panel bukan untuk menggantikan pasokan listrik utama dari PLN, melainkan sebagai sumber energi cadangan. Hal itu dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, terutama saat terjadi pemadaman listrik. “Ketika listrik PLN padam, pelayanan di puskesmas tetap berjalan tanpa gangguan,” ucapnya.
Selain sebagai solusi darurat, penggunaan solar panel juga diharapkan dapat membantu efisiensi anggaran operasional. Dengan memanfaatkan energi matahari, beban pembayaran listrik bulanan ke PLN dapat ditekan secara bertahap.
Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Bontang dalam mendorong penggunaan energi terbarukan di sektor publik.
Ke depan, Dinkes tidak menutup kemungkinan untuk memperluas penggunaan teknologi serupa ke fasilitas kesehatan lainnya, seiring dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
Dengan adanya dukungan listrik yang lebih andal, diharapkan kualitas layanan kesehatan di Bontang semakin meningkat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal, kapan pun dibutuhkan. (*)
Editor : Dwi Restu A