Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

IKN Disorot Global, Media AS 'The World' Akui Nusantara sebagai Kota Masa Depan Berbasis Riset Iklim dan AI

Ari Arief • Rabu, 19 November 2025 | 12:54 WIB

Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono

KALTIMPOST.ID, IKN-Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa IKN adalah inisiatif strategis yang memerlukan fokus dan komitmen berkelanjutan. Ia menggambarkan pembangunan IKN sebagai upaya penuh kasih sayang.

"Bagi saya, ini bukan sekadar proyek biasa. Ini seperti merawat seorang bayi. Oleh karena itu, kita harus mengelolanya dengan sepenuh hati," ungkap Basuki dalam keterangan pers dikutip Rabu (19/11).

Basuki menekankan bahwa Indonesia telah mencapai titik di mana pembangunan IKN tidak dapat dihentikan. Proses ini harus terus berjalan hingga Nusantara diakui sebagai kota kelas dunia.

"Kita sudah melewati titik kembali. Kita sudah berada di sini, berkomitmen penuh. Dengan semangat 'Vini, Vidi, Vici'—Kami datang, kami membangun, kami memonitor progres, dan pada akhirnya, semua pihak akan merasakan manfaatnya, menjadikan IKN kota yang unggul," kata Basuki.

Baca Juga: Klaim Tanah IKN! 9 Ahli Waris Gugat PT AIEK di PN Penajam, Sidang Perdana Segera Digelar

Perkembangan Ibu Kota Nusantara baru-baru ini menarik perhatian positif dari kancah internasional. The World, sebuah media global terkemuka berbasis di Amerika Serikat, menyampaikan dukungan dan pujian atas kemajuan IKN, menilainya sebagai salah satu proyek pembangunan kota yang paling ambisius dan visioner di dunia saat ini.

Dalam laporan yang dipublikasikan melalui situs berita theworld.org dan siaran radio, The World menilai Nusantara memiliki potensi besar untuk menjadi kota percontohan masa depan. Kota ini dipandang mampu mengintegrasikan teknologi modern, kelestarian lingkungan, dan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Apresiasi dari media internasional ini muncul seiring dengan upaya Pemerintah Indonesia yang sedang mempercepat pembangunan ekosistem legislatif dan yudikatif di kawasan inti pemerintahan.

Langkah ini merupakan amanat dari Presiden Prabowo Subianto dan diperkuat dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang percepatan penyelesaian infrastruktur pemerintahan IKN. Penguatan kelembagaan negara menjadi esensial untuk menjamin Nusantara berfungsi sebagai pusat pemerintahan yang modern, responsif, dan sangat kompetitif.

Baca Juga: Siap Ditinggali: BKN Pamer Fasilitas Mewah Hunian ASN Lajang di IKN Nusantara

The World menggarisbawahi visi besar Nusantara: ditargetkan pada tahun 2045, kota ini akan berkembang menjadi dua kali lebih luas dari New York dan meraih status kota bebas emisi karbon (Net Zero Emission).

Laporan tersebut juga mencatat penerapan konsep pembangunan berkelanjutan oleh Pemerintah Indonesia, termasuk pemanfaatan energi surya untuk penerangan jalan, pengembangan transportasi publik berbasis listrik, dan berbagai sistem mobilitas rendah emisi lainnya.

Inovasi teknologi adalah elemen kunci dalam pengembangan kota ini. Nusantara dirancang dengan sistem manajemen kota berbasis Kecerdasan Buatan (AI), teknologi pemindaian biometrik untuk keamanan, hingga rencana jangka panjang untuk mengoperasikan taksi terbang otonom.

Kombinasi teknologi futuristik ini diharapkan mendorong Nusantara menjadi salah satu kota paling maju di Asia Tenggara dalam dua dekade mendatang.

Pembangunan IKN dari awal di Kalimantan merupakan keputusan strategis untuk mengatasi risiko ketidakstabilan iklim dan kerentanan Jakarta terhadap bencana alam.

Baca Juga: ASN Muda Jadi Prioritas Utama, Strategi Pemindahan Birokrasi ke IKN

Lokasi Nusantara dipilih karena memiliki risiko rendah terhadap gempa bumi, letusan gunung berapi, dan banjir besar. Dengan membangun kota dari tahap awal, pemerintah memiliki keleluasaan untuk menciptakan tata kota modern yang terukur, adaptif, dan didasarkan pada riset yang mendalam.

Saat ini, sebagian besar kawasan inti Nusantara masih dalam tahap konstruksi, dan akses publik masih terbatas. Penghuni awal didominasi oleh aparatur sipil negara (ASN) dari Generasi Z, yang tinggal di hunian vertikal dan menjadi pionir kehidupan sosial baru di IKN.

The World mengakui peran vital Gen Z sebagai motor penggerak fase awal pembangunan. Dengan idealisme dan semangat tinggi, mereka berkomitmen membangun budaya kerja kota yang modern, inklusif, dan berorientasi masa depan.

Generasi muda ini bertekad memastikan Nusantara tidak mengulangi kesalahan tata kelola kota Jakarta, dan mampu menjadi ibu kota yang membanggakan di mata dunia. Semangat mereka dinilai sebagai aset sosial yang sangat berharga bagi kesuksesan jangka panjang IKN.

Baca Juga: Kunjungan Wisata PPU Melesat, Dampak IKN Dorong Lonjakan hingga 112 Persen

Pemerintah menargetkan Nusantara dapat berfungsi penuh sebagai pusat pemerintahan dan politik nasional dalam 3 hingga 4 tahun ke depan.

Pada tahun 2028, Presiden Prabowo Subianto, beserta kementerian dan lembaga pusat, diharapkan sudah mulai berkantor secara permanen di Nusantara. Kehadiran pemerintah pusat akan menjadi fase krusial dalam memperkuat legitimasi dan mengakselerasi pembangunan lanjutan.

Meskipun menghadapi tantangan, pemerintah tetap menunjukkan optimisme kuat terhadap masa depan IKN. The World menyimpulkan bahwa, dengan dukungan internasional, kontribusi generasi muda, dan komitmen pemerintah yang konsisten, Nusantara diyakini akan menjadi simbol transformasi Indonesia menuju negara maju 2045.

Proyek ini dianggap sebagai inisiatif yang layak mendapatkan perhatian global, dan Nusantara terus bergerak mewujudkan visinya. (*)

Editor : Almasrifah
#global #internasional #IKN #basuki hadimuljono