
KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pengisian daya nirkabel (wireless charging) makin populer karena menawarkan kepraktisan tanpa repot mencolokkan kabel. Meski begitu, metode ini rupanya menyimpan kelemahan dari segi efisiensi dan potensi dampak terhadap kesehatan baterai (battery health) dalam jangka panjang.
Mengutip laporan Engadget, Selasa (22/9/2026), pengisian daya berbasis kabel konvensional masih unggul dalam kecepatan maupun efisiensi energi. Sebaliknya, metode nirkabel cenderung menghasilkan suhu panas lebih tinggi yang dipicu oleh proses konversi energi induksi elektromagnetik.
Pada sistem nirkabel, transfer energi terjadi dari dudukan pengisi daya (charging pad) ke kumparan penerima di dalam ponsel. Standar nirkabel terbaru seperti Qi2 bahkan tercatat menyedot energi hingga 30 persen lebih banyak dibanding kabel biasa. Sebagian energi yang tidak terserap tersebut terbuang dan berubah menjadi panas.
Suhu panas terbukti menjadi musuh utama baterai lithium-ion. Paparan panas berlebih secara terus-menerus berisiko menurunkan kapasitas baterai hingga 12 persen dalam kurun dua tahun, terutama jika perangkat kerap digunakan pada lingkungan beriklim hangat.
Kendati demikian, pengisian nirkabel tidak lantas membahayakan smartphone. Ponsel modern umumnya sudah dilengkapi sistem manajemen daya cerdas yang otomatis menyesuaikan arus listrik ketika suhu mulai naik. Selain itu, kecepatan sistem nirkabel relatif lebih lambat sehingga paparan arus tidak seekstrem pengisian cepat (fast charging).
Sebagai perbandingan, iPhone 18 Pro mampu mengisi daya 0–50 persen hanya dalam 15 menit menggunakan kabel USB-C dan adaptor 60W. Sementara dengan wireless charger berbasis Qi2, butuh waktu sekitar 30 menit untuk mencapai kapasitas yang sama.
Untuk menjaga kesehatan dan daya tahan baterai ponsel tetap optimal saat menggunakan pengisian nirkabel maupun kabel, ada beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan pengguna:
Jaga Rentang Pengisian 20%–80%: Menjaga persentase daya di rentang ini efektif mengurangi beban stres pada sel baterai lithium-ion.
Aktifkan Fitur Perlindungan Baterai: Manfaatkan fitur pembatas daya di menu pengaturan (Settings) bawaan pabrikan agar pengisian terhenti otomatis saat mencapai batas aman.
Pastikan Posisi Perangkat Presisi: Letakkan ponsel tepat di tengah charging pad. Posisi miring atau tidak sejajar membuat transfer energi terhambat dan memicu panas berlebih.
Gunakan Casing yang Kompatibel: Hindari casing pelindung yang terlalu tebal karena dapat menghalangi transfer arus nirkabel dan merangkap suhu panas di dalam ponsel.(*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




