Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disuntik AI Gemini, Chrome Kini Makin Galak Deteksi Situs Penipuan dan Malware

A
Penulis: Ari Arief❯
Google Chrome kini lebih sakti setelah disuntik AI Gemini untuk mengendus penipuan.(generate ai)
Google Chrome kini lebih sakti setelah disuntik AI Gemini untuk mengendus situs penipuan.(generate ai)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pengguna peramban Google Chrome kini mendapatkan lapisan pertahanan baru dari jeratan modus penipuan daring. Google resmi memperbarui sistem keamanan Safe Browsing melalui fitur Enhanced Protection dengan menghadirkan kategori peringatan khusus dan integrasi teknologi kecerdasan buatan Gemini.

Langkah ini dirancang untuk membedakan tingkat ancaman siber secara lebih spesifik, yakni memilah antara situs mencurigakan dan situs berbahaya. Pendekatan tersebut mempermudah warganet menakar risiko sebelum memutuskan terus berselancar di internet.

Pada situs yang masuk kategori mencurigakan, Chrome akan memunculkan peringatan baru dengan ikon, warna, dan teks khusus. Peringatan ini menyasar situs web yang memperlihatkan gelagat penipuan, kendati tingkat kepastian ancamannya masih berada di level menengah.

Sebaliknya, laman yang sudah terkonfirmasi berbahaya tetap memicu layar merah pekat yang memblokir hampir seluruh tampilan peramban. Tampilan blokir total ini menjadi benteng utama agar pengguna tidak langsung terpapar risiko kejahatan siber berintensitas tinggi.

Kekuatan utama pembaruan ini bertumpu pada kehadiran AI Gemini yang dioperasikan langsung melalui peladen (server) Google. Kecerdasan buatan tersebut bertugas membedah pola penipuan, seperti situs yang menjiplak jenama resmi, termasuk modus pembaruan peramban tiruan dan laman antivirus palsu.

Sistem Safe Browsing memadukan analisis Gemini dengan data reputasi domain serta berbagai sinyal keamanan jaringan. Bila sebelumnya kemampuan deteksi berbasis AI ini hanya terbatas pada perangkat tertentu, kini seluruh pengguna yang mengaktifkan Enhanced Protection dapat merasakannya.

Google mengklaim pengguna fitur Enhanced Protection sepuluh kali lebih aman dari serangan phishing, rekayasa sosial, manipulasi notifikasi, hingga modus penipuan siber lain dibanding perlindungan standar. Angka klaim tersebut merujuk pada rasio rata-rata kemunculan peringatan keamanan, bukan pengukuran independen atas penurunan risiko peretasan.

Perusahaan teknologi ini menegaskan data pengguna tetap aman selama proses verifikasi situs berlangsung. Konten halaman web hanya dikirim ke peladen jika sistem mendeteksi indikasi penipuan berkeyakinan tinggi, serta diproses secara sementara tanpa disimpan, dicatat, atau digunakan melatih model AI.

Selain memberantas situs tiruan, Chrome memperketat pertahanan dari serangan siber bermodus ClickFix. Skema ClickFix kerap memperdaya korban untuk menyalin dan mengeksekusi baris perintah tertentu di komputer dengan dalih membetulkan eror sistem, padahal perintah itu disusupi perangkat perusak (malware).

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Google Perkuat Keamanan Chrome Pakai Gemini AI, Begini Cara Blokir Situs Penipuan

Google Perkuat Keamanan Chrome Pakai Gemini AI, Begini Cara Blokir Situs Penipuan

Google memperkuat keamanan Chrome dengan teknologi AI Gemini untuk mendeteksi situs mencurigakan dan mencegah penipuan digital.

Inovasi AI Rancang Virus Pembasmi Bakteri Kebal Antibiotik Diuji Coba ke Pasien

Inovasi AI Rancang Virus Pembasmi Bakteri Kebal Antibiotik Diuji Coba ke Pasien

Radical Numerics uji coba terapi virus hasil kecerdasan buatan Omnii-1 ke manusia demi atasi infeksi bakteri kebal obat yang kritis.

Teknologi AI Terbaru, Wajah Pasien Kanker Kini Bisa Ungkap Peluang Harapan Hidup

Teknologi AI Terbaru, Wajah Pasien Kanker Kini Bisa Ungkap Peluang Harapan Hidup

AI Mass General Brigham mampu prediksi usia biologis & risiko kematian pasien kanker lewat foto wajah. Solusi medis baru bagi dokter

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer