
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Balikpapan mencatat lonjakan angka rawat inap pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di rumah sakit. Jumlah pasien yang membutuhkan penanganan medis intensif melonjak dari kisaran 600 kasus menjadi sekitar 700 kasus per bulan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Balikpapan, dr. Niken Dayu Anggraini, mengungkapkan bahwa penanganan ISPA kerap terkendala oleh kebiasaan warga yang sering mengabaikan gejala awal penyakit. Akibatnya, banyak pasien baru mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) setelah keluhan pernapasan mereka memburuk.
Baca Juga: ITKES WHS Sukses Gelar Puncak Dies Natalis Ke-7, Meriah dan Seru Bertabur Hadiah Doorprize
"Memang kondisi masyarakat Balikpapan ini lebih banyak jarang yang berkunjung ke faskes. Jadi biasanya datang dalam kondisi sudah parah," ujar Niken, Minggu (25/10).
Meski angka rawat inap meningkat, Niken memastikan situasi pelayanan medis di Balikpapan masih terkendali. Letak geografis perkotaan dengan faskes yang mudah dijangkau dinilai efektif mencegah kondisi fatal pada pasien.
"Tapi alhamdulillah dengan kondisi Balikpapan ini wilayah kota dan semua fasilitas kesehatan itu terjangkau, jadi tidak sampai gagal napas. Kalau tidak salah sekitar 600 di akhir bulan lalu, sekitar 700 per bulan kondisi ISPA yang sampai dirawat," tuturnya.
Baca Juga: Gelar LKBB Bareng Pramuka, Pengadilan Militer Balikpapan Siapkan Rencana untuk Tingkat SD
Niken menambahkan, ketersediaan tabung oksigen dan pasokan obat-obatan di seluruh faskes saat ini dalam posisi aman sehingga tidak ada laporan pasien meninggal dunia akibat ISPA. Namun, Dinkes menyoroti persoalan lain, yaitu minimnya stok masker serta rendahnya proteksi para pekerja luar ruangan seperti pengemudi ojek online.
"Mungkin lebih saat ini ketersediaan masker yang kurang untuk masyarakat yang bekerja di luar ruangan seperti ojek online, kemudian pekerja-pekerja yang selalu bekerja outdoor itu jarang yang memakai masker," jelas Niken.
Menanggapi persoalan tersebut, Dinkes terus menggalakkan edukasi protokol kesehatan serta merangkul instansi terkait dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kolaborasi ini diarahkan untuk memasok bantuan masker gratis bagi kelompok pekerja rentan di Balikpapan. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




