Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ISPA di Balikpapan Melonjak: Diskes Soroti Warga Telat Berobat

A
Penulis: Ainur Rofiah❯
MELONJAK: Masyarakat yang menderita infeksi saluran pernapasan akut jalani perawatan. (IST)
PENANGANAN EKSTRA: Masyarakat yang menderita infeksi saluran pernapasan akut jalani perawatan. (IST)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Balikpapan mencatat lonjakan angka rawat inap pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di rumah sakit. Jumlah pasien yang membutuhkan penanganan medis intensif melonjak dari kisaran 600 kasus menjadi sekitar 700 kasus per bulan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Balikpapan, dr. Niken Dayu Anggraini, mengungkapkan bahwa penanganan ISPA kerap terkendala oleh kebiasaan warga yang sering mengabaikan gejala awal penyakit. Akibatnya, banyak pasien baru mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) setelah keluhan pernapasan mereka memburuk.

"Memang kondisi masyarakat Balikpapan ini lebih banyak jarang yang berkunjung ke faskes. Jadi biasanya datang dalam kondisi sudah parah," ujar Niken, Minggu (25/10).

Meski angka rawat inap meningkat, Niken memastikan situasi pelayanan medis di Balikpapan masih terkendali. Letak geografis perkotaan dengan faskes yang mudah dijangkau dinilai efektif mencegah kondisi fatal pada pasien.

Advertisement

"Tapi alhamdulillah dengan kondisi Balikpapan ini wilayah kota dan semua fasilitas kesehatan itu terjangkau, jadi tidak sampai gagal napas. Kalau tidak salah sekitar 600 di akhir bulan lalu, sekitar 700 per bulan kondisi ISPA yang sampai dirawat," tuturnya.

Niken menambahkan, ketersediaan tabung oksigen dan pasokan obat-obatan di seluruh faskes saat ini dalam posisi aman sehingga tidak ada laporan pasien meninggal dunia akibat ISPA. Namun, Dinkes menyoroti persoalan lain, yaitu minimnya stok masker serta rendahnya proteksi para pekerja luar ruangan seperti pengemudi ojek online.

"Mungkin lebih saat ini ketersediaan masker yang kurang untuk masyarakat yang bekerja di luar ruangan seperti ojek online, kemudian pekerja-pekerja yang selalu bekerja outdoor itu jarang yang memakai masker," jelas Niken.

Menanggapi persoalan tersebut, Dinkes terus menggalakkan edukasi protokol kesehatan serta merangkul instansi terkait dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kolaborasi ini diarahkan untuk memasok bantuan masker gratis bagi kelompok pekerja rentan di Balikpapan. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kasus Kekerasan di Paser Tembus 33 Kasus: 22 Korban Anak-Anak dengan Mayoritas Kekerasan Seksual

Kasus Kekerasan di Paser Tembus 33 Kasus: 22 Korban Anak-Anak dengan Mayoritas Kekerasan Seksual

Kasus kekerasan di Kabupaten Paser mengalami tren peningkatan. Terlebih mayoritas jadi korban kekerasan seksual adalah anak-anak.

Aktivitas IKN Meningkat, BI Waspadai Tekanan Harga Pangan di Kaltim

Aktivitas IKN Meningkat, BI Waspadai Tekanan Harga Pangan di Kaltim

Tekanan harga diproyeksikan sedikit lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, seiring meningkatnya perekonomian dan mobilitas penduduk di IKN.

Diskes Kutim Akan Gelar Pelatihan Higiene Sanitasi bagi Pengelola Depot Air Minum

Diskes Kutim Akan Gelar Pelatihan Higiene Sanitasi bagi Pengelola Depot Air Minum

Diskes Kutim akan menggelar pelatihan higiene sanitasi bagi pemilik, penanggung jawab, dan operator depot air minum.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer