BONTANG – Secara tegas, Wali Kota Bontang Basri Rase siap maju lagi dalam pemilihan kepala daerah yang digelar November. Bahkan pasangannya saat ini, Najirah, tetap digandeng sebagai wakil wali kota.
Basri menilai, masa kepemimpinan bersama Najirah, seluruh janji politiknya sudah terealisasi. Minus Rumah Kreasi Milenial. Mengingat di tahun ini dianggarkan untuk pembangunannya di Lapangan HOP, Satimpo. “Kami bakal kembali bersama di pilkada. Mohon doanya,” kata Basri.
Sementara itu, Najirah memilih irit bicara. Kendati sudah diajak Basri untuk ikut dalam kontestasi politik tahun ini. “Saya mengikut saja,” ucapnya.
Sekretaris DPC PKB Bontang Firman mengaku kaget mendapatkan informasi tersebut. Ia menjelaskan, saat ini proses komunikasi politik terus berjalan. Termasuk dengan PDI Perjuangan.
PKB yang meraih empat kursi tentu tidak bisa mengusung pasangan calon sendiri, mengingat secara ketentuan harus memiliki minimal lima kursi di legislator pada Pileg 2024 untuk mengusung kandidat. “Lobi masih berjalan,” tutur dia.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Maming mengaku selama ini partainya tidak pernah berpisah dengan Basri-Najirah. Namun, harus menunggu tahapan pilkada. Sebab, terlalu dini jika membicarakan pilwali saat ini. Apalagi di PDI Perjuangan ada tahapan yang harus diikuti.
“Menunggu instruksi pendaftaran seluruh Indonesia nanti. Siapa pun boleh mendaftar untuk pilkada,” terangnya.
Pihaknya mengacu terhadap prosedur itu. Bahwa nanti yang mengerucut DPC PDI Perjuangan setelah menerima pendaftaran menyeleksi administrasinya. Kemudian nama yang masuk diteruskan ke DPD dan DPP PDI Perjuangan. “Kami tidak serta-merta. Ada mekanisme yang menjadi protap PDI Perjuangan. Untuk periode berikutnya melalui mekanisme. Siapa pun mengikuti proses pendaftaran,” sebutnya.
Ia pun tidak menanggapi terkait klaim Basri yang menggandeng Najirah. Pihaknya hanya mengacu pada mekanisme internal partai. Pihaknya tidak bisa mendahului struktur partai di atas. Kendati demikian, komunikasi politik dengan PKB dipandang tidak pernah putus selama ini.
Hanya, PDI Perjuangan juga membuka diri jika ada parpol lain yang hendak bergabung. “Kami masih menunggu instruksi pendaftaran itu,” ungkapnya.
Diketahui PKB pada pileg 2024 memperoleh empat kursi. Yakni Sitti Yara, Junaidi, Bonnie Sukardidan Yusuf. Total suara yang diraih PKB sebanyak 16.300.
Sementara PDI Perjuangan meraup tiga kursi. Melalui Winardi (Bontang Utara), Maming (Bontang Selatan), dan Joni Alla’ Padang (Bontang Barat). Jumlah ini sama dengan torehan pada pileg 2019 silam. Namun, dipastikan PDI Perjuangan mendapatkan slot kursi unsur pimpinan dewan.
Sebab unggul raihan suara dari Gerindra yang memperoleh jumlah kursi. Mengacu pilwali sebelumnya, total dari tiga kecamatan, Basri-Najirah mengumpulkan 45.164 suara. Sementara Neni-Joni 40.792 suara. Terpaut 4.372 suara. (ak/ind/k16)
Editor : Indra Nuswantoro